Papua Barat berlakukan PPKM Mikro hingga 20 Juli 2021

Papua
Satgas COVID-19 Papua Barat perketat tes antigen di bandara Rendani Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi– Pemerintah Provinsi Papua Barat menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro (PPKM Mikro) sampai 20 Juli 2021 dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di provinsi tersebut.

Penetapan pembatasan itu tertuang dalam Instruksi Gubernur Papua Barat Nomor: 443.2/1339/GPB/2021 Tentang pembatasan kegiatan pemerintahan, sosial kemasyarakatan, pelaku usaha serta PPKM mikro, Senin (5/7/2021).

“Selama PPKM tidak ada kegiatan rapat atau bimtek Pemerintahan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan yang berpotensi mengumpulkan orang dalam jumlah banyak. Ini berlaku 14 hari ke depan,” kata Gubernur.

Selanjutnya selama pemberlakuan PPKM, penduduk yang bukan KTP Papua Barat dilarang masuk wilayah ini, kecuali urusan mendesak seperti urusan dinas, orang sakit dan meninggal dunia.

“Termasuk perjalanan antar kabupaten dan kota di wilayah Papua Barat, warga masyarakat dilarang memasuki wilayah yang bukan tempat domisili sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) Papua Barat, kecuali urusan urgent (mendesak) pula,” kata Gubernur Papua Barat.

Instruksi Gubernur Papua Barat berlaku pula terhadap pelaku usaha perbankan, perhotelan dan industri orientasi ekspor agar tetap melaksanakan kerja dari rumah dengan pembatasan maksimal  50 persen  dari total karyawan dengan memperketat protokol kesehatan.

“Usaha supermarket, mall, toko dan warung dibatasi waktu aktivitas hingga pukul 20.00 WIT selama pemberlakuan PPKM Mikro di provinsi ini,” kata Gubernur.

Loading...
;

Juru bicara Satgas COVID-19 Papua Barat Arnold Tiniap melaporkan tingkat penularan virus Corona di wilayah Papua Barat masih meningkat tajam pada awal Juli ini.

“Sampai 4 Juli kemarin, kasus positif Papua Barat tembus 11.673 orang atau 21,9 persen dari 53.205 sampel/orang  yang diperiksa di provinsi ini,” kata Arnold.

Ia mengatakan temuan kasus baru di Papua Barat diatas 50 persen per hari. hal ini makin mengkhawatirkan dengan kesiapan fasilitas  dan tenaga kesehatan di daerah untuk merawat pasien dengan gejala sedang hingga bergejala berat.

“Satu-satunya cara paling aman adalah masyarakat diimbau tetap di rumah, jika ada kebutuhan mendesak untuk keluar rumah, maka taatilah protokol kesehatan,” kata Arnold Tiniap. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top