Kecewa karena tidak ditemui, mahasiswa Tambrauw pecahkan kaca DPRD

Tambrauw, Papua Barat
Ikatan Mahasiswa Tambrauw Kota Studi Jayapura berunjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD setempat di Fef, ibu kota Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Unjuk rasa Ikatan Mahasiswa Tambrauw Kota Studi Jayapura pada Kamis (7/1/2021) berujung aksi perusakan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD setempat di Fef, ibu kota Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Para mahasiswa marah karena telah berunjuk rasa sejak Rabu (6/1/2021), namun aspirasinya tak kunjung dipenuhi.

Para anggota Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) di Kota Studi Jayapura berunjuk rasa di Kantor DPRD Tambrauw sejak Rabu, menuntut Pemerintah Kabupaten Tambrauw untuk membangun asrama mahasiswa di Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua. Para Rabu, para mahasiswa itu sempat ditemui anggota DPRD Tambrauw, Gasper Baru yang menyatakan tidak berwenang menjawab aspirasi para mahasiswa itu.

Karena merasa tuntutannya belum dipenuhi, para mahasiswa itu kembali berunjuk rasa pada Kamis, namun mereka tidak ditemui anggota DPRD Tambrauw. IMT menerima informasi bahwa semua anggota DPRD Tambrauw sedang berada di Kota Sorong, Papua Barat. Marah karena merasa diabaikan, para mahasiswa IMT Kota Jayapura itu akhirnya memecahkan kaca jendela Kantor DPRD Tambrauw.

“Kami gugurkan kaca Kantor DPRD Tambrauw, semua di bawah tanah. Besok pagi, 8 Januari 2021, kami masih aksi lagi, dengan tuntutan yang sama, Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw segera anggarkan dana bangun asrama definitif di Jayapura,” kata salah satu mahasiswa yang berunjukrasa.

Baca juga: Dilaporkan ke Ombudsman RI, ini bantahan Ketua DPRD Tambrauw

Ketua IMT Kota Studi Jayapura, Niko Momo menyatakan pihaknya akan terus berunjukrasa hingga tuntutan mereka dipenuhi. “Tuntutan kami hanya satu, Pemerintah Tambrauw segera bangun asrama definitif untuk mahasiswa Tambrauw di Jayapura,” kata Ketua IMT Kota Jayapura, Niko Momo sebagaimana dikutip dari rekaman video yang terima Jubi pada Kamis.

Momo menyatakan tuntutan IMT Kota Jayapura itu telah disuarakan sejak Januari 2020. Ia menyatakan asrama itu merupakan kebutuhan semua mahasiswa asal Tambrauw yang sedang menuntut ilmu di Kota Jayapura. Pembangunan asrama itu disebut Momo penting untuk mendongkrak sumber daya manusia di Tambrauw.

Loading...
;

“Kabupaten Tambrauw salah satu kabupaten yang kurang sumber daya manusia di Papua Barat. Pemerintah harus serius perhatikan [hal] itu,” kata Momo.

Yanto Wabia menyatakan para mahasiswa pemerintah Pemerintah Kabupaten Tambrauw membangun asrama di Kota Jayapura, karena para mahasiswa asal Tambrauw tidak memiliki tempat tinggal yang layak di Kota Jayapura. “Bagaimana, satu kamar ditempati 20 orang. Bagaimana kami mau konsentrasi belajar?” Wabia bertanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top