Bupati Jayawijaya: Sengketa batas wilayah dengan Tolikara selesai

Papua-Bupati Jayawijaya dan Bupati Tolikara
Penandatangan penyerahan mengenai aset dan batas wilayah antara Bupati Jayawijaya dan Bupati Tolikara - Jubi/Istimewa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengatakan sengketa batas wilayah dengan Kabupaten Tolikara kini sudah tidak masalah, setelah kedua pemerintah kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua itu menandatangani penyerahan aset maupun wilayah Distrik Tagime dan Tagineri yang selama ini masih menjadi polemik.

Banua menyebut dua distrik tersebut sejak dulu masih menjadi perdebatan antara Pemerintah (Pemkab) Jayawijaya dan Pemkab Tolikara, meski secara administrasi sah keduanya distrik itu masuk ke wilayah Kabupaten Jayawijaya.

“Sehingga Tolikara membawa administrasinya kembali, tetapi wilayah dan administrasi Jayawijaya kami tetap di situ, dan aset yang ada di wilayah Tagime dan Tagineri diserahkan kembali kepada (Pemkab) Jayawijaya,” kata Bupati Banua di Wamena, Sabtu (10/7/2021).

Menurutnya, selama ini pelayanan masyarakat tetap di Jayawijaya. Namun pada saat pemekaran dari kabupaten induk, kabupaten baru mengklaim sehingga menjadi masalah.

Namun dengan niat baik Bupati Tolikara, kata Bupati Banua, dirinya diundang diundang Bupati Tolikara dengan disaksikan forkopimda kedua kabupaten, dan masalah batas wilayah dengan Kabupaten Tolikara selesai.

“Penandatanganan antara dua bupati untuk pengembalian wilayah Tagime dan Tagineri beserta aset yang ada di dua distrik itu yang Tolikara bangun pun diserahkan kepada Jayawijaya,” katanya.

Dengan begitu, tambah Bupati Banua, seluruh aset yang menjadi milik Pemkab Jayawijaya telah diserahkan kembali. Sedangkan kode kampung yang menjadi milik Tolikara dibawa kembali pemerintah daerah setempat.

Loading...
;

Saat ini persoalan batas wilayah dengan kabupaten pemekaran lainnya di wilayah pegunungan tengah Papua yang masih perlu pembahasan, kata Banua, adalah bersama Pemkab Nduga, Lanny Jaya, dan Mamberamo Tengah.

“Kalau dengan Yalimo sudah selesai sejak zaman Alm. Bupati Er Dabi. Tinggal yang belum selesai dengan Mamberamo Tengah, Lanny Jaya, dan Nduga. Kami juga telah membentuk tim dimana wakil bupati sebagai ketua timnya,” kata Banua.

Baca juga: 13 kabupaten di Papua diminta menetapkan batas wilayahnya

Sementara itu, Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, dalam siaran persnya menyebut kedua kabupaten bersepakat untuk Distrik Tagineri dan Distrik Tagime seluruh aset dan wilayah diserahkan kepada Kabupaten Jayawijaya. Sedangkan kode administrasi distrik dan kampung yang sudah ada tetap berada dan digunakan Pemkab Tolikara.

“Apapun yang sudah kami lakukan hari ini antar pimpinan daerah, seluruh masyarakat menerima apa yang sudah kami putuskan dalam pertemuan ini,” ujar Wanimbo.

Selain dengan Jayawijaya, kata Usman, ada beberapa distrik yang masih berada wilayah kabupaten lain, wilayah, dan seluruh aset akan diserahkan.

“Seperti Tolikara bagian selatan yakni Distrik Air Garam dan Distrik Danime ada di wilayah Kabupaten Lanny Jaya. Oleh karena itu, wilayah dan seluruh aset akan diserahkan kepada Kabupaten Lanny Jaya, tetapi kode administrasi distrik dan kampung yang sudah ada tetap berada dan digunakan Pemkab Tolikara,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top