Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-kadis-pendidikan-kota-jayapura
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo, saat membacakan sekolah yang masuk zona hijau, untuk bisa diadakan belajar tatap muka - Jubi/Ramah

Belajar tatap muka, Dinas Pendidikan Kota Jayapura: Tergantung arahan pimpinan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Provinsi Papua belum bisa memastikan kapan kegiatan belajar megajar (KBM) secara tatap muka di sekolah dapat dilaksanakan sebab hingga kini masih dilakukan pembahasan mengenai pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Tergantung Beliau (Wali Kota Jayapura). Kami hanya pelaksana yang menjalan tugas sesuai arahan pimpinan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Kamis (1/10/2020).

Dikatakan Pasolo, untuk merealisasikan pembelajaran di sekolah, baik Sekolah Dasar muapun Sekolah Menengah Pertama, kepala sekolah dan instansi terkait telah melakukan pertemuan membahas protokol kesehatan di sekolah seperti penggunaan masker, penyediaan sarana tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, dan pembelajaran dibagi dua shift.

“Kalau semua ini sudah terpenuhi maka menjadi pertimbangan pimpinan untuk menerapkan belajar tatap muka di sekolah sehingga pelaksanaannya berjalan lancar dan peserta didik, pengajar, dan tata usaha terhindar dari penularan korona,” ujar Pasolo.

Menurut Pasolo, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada dunia pendidikan, khususnya di Kota Jayapura, dimana sebagian besar kasus Covid-19 di Papua terkonsentrasi di sini. Sejak sekolah diliburkan akhir Maret 2020, semua peserta didik, baik TK, PAUD, SD, maupun SMP, melakukan proses belajar mengajar secara virtual atau online.

Baca juga: Belajar tatap muka, guru wajid swab test

Sejumlah kendala yang ditemui di lapangan, seperti sarana dan prasarana baik siswa dan peserta didik, terkendala internet, waktu, dan konsentrasi, namun bisa dilalui. Terbukti hingga saat ini proses belajar secara online tetap berjalan.

Loading...
;

“Kami harapkan peran aktif dari guru dan kepala sekolah serta orang tua agar mengajar dan mendampingi anak-anak sekolah dengan baik sehingga tidak ketinggalan dalam proses belajar mengajar,” ujar Pasolo.

Dijelaskan Pasolo, 25 kelurahan di Kota Jayapura, Papua masuk dalam zona merah sehingga proses belajar mengajar dilakukan secara virtual atau online. Sekolah yang masuk dalam zona hijau sedang upayakan bisa dilaksanakan belajar tatap muka di sekolah.

Dari 25 kelurahan zona merah, satu zona bisa dilangsung proses belajar di sekolah, yaitu di wilayah Distrik Muara Tami, meski belum semua bisa melaksanakan belajar tatap muka di sekolah.

Di Distrik Muara Tami yang berbatasan dengan negara tetangga Papua Nugini, sekolah yang masuk dalam wilayah zona merah ada di Kampung Moso, yaitu SD Negeri Moso, Kampung Holtekamp di SD Negeri Inpres Holtekamp, Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah, dan MTs Holtekamp.

Sekolah yang masuk zona hijau di Distrik Muara Tami, yaitu Kampung Skouw Mabo di SDN Inpres Skouw Mabo dan Kampung Skouw Sae di SDN Inpres Skouw Sae.

“Ini saja yang bisa dilangsungkan belajar tatap muka, karena sesuai dengan zonasi. Jadi, kalau zonasi itu (sekolah) berada di zona merah maka tidak bisa. Kalau tetap mau melaksanakan proses belajar di zona merah, harus ada kebijakan dari wali kota,” jelas Pasolo.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengaku dalam pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah lebih mengutamakan keselamatan, kesehatan guru, dan peserta didik.

“TK, PAUD, SD, dan SMP yang zona hijau boleh melakukan pembelajaran tatap muka. Guru dan tata usaha harus melakukan swab test. Mengutamakan protokol kesehatan saat proses belajar mengajar. Yang zona merah melakukan pembelajaran lewat online. Semua ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura,” ujar Tomi Mano. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top