Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Beradaptasi dengan pandemi, SMA YPPK Taruna Dharma memindah kelas ke dunia maya

MPLS di Papua
Para murid baru SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Taruna Dharma di Kota Jayapura, Papua, mengikuti arahan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Senin (13/7/2020). - Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekitar pukul 09.05 WP, Sekolah Menegah Atas Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik atau SMA YPPK Taruna Dharma di Kota Jayapura, Papua tampak sepi. Daun pintu gerbang sebelah kiri, yang berupa terali besi, terbuka, sementara daun pintu gerbang yang lain tertutup.

Di pos penjagaan, terlihat penerima tamu memegang termometer, mengukur suhu tubuh setiap orang yang bertamu ke sekolah itu. Di dinding sekolah, terpampang  poster protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

Jubi memasuki ruangan guru yang terletak di lantai 2 gedung sekolah itu, ruangan yang menjadi tempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Di sepanjang tepian ruangan, sejumlah meja ditata berderet membentuk huruf U. Di setiap meja, ada layar komputer yang dilengkapi kamera, dengan seorang guru yang menjalankan komputer itu.

Beradaptasi dengan pandemi, SMA YPPK Taruna Dharma memindah kelas ke dunia maya 1 i Papua

Di tengah ruangan, belasan siswa baru duduk dan menyimak  arahan soal pembelajaran daring yang akan diikuti para siswa selama pandemi Covid-19. Tak semua siswa baru mengikuti MPLS di sekolah, karena sebagian dari mereka mengikuti arahan itu secara daring dari rumah masing-masing. Namun, belasan siswa yang masuk Senin itu tampak serius menyimak pengarahan para guru.

“Siswa-siswi diimbau untuk tetap menggunakan seragam SMP [masing-masing] saat [pelajaran] daring berlangsung,” kata guru pengampu pelajaran seni dan budaya, Immanuel Fernandez saat menjelaskan model pelajaran daring kepada para murib barunya.

Baca juga: Merauke perpanjang masa pembelajaran jarak jauh

Fernandez melayani setiap pertanyaan yang dilontarkan  oleh siswa-siswi. Ia juga mencairkan suasana, dengan gurauan soal larangan memakai aplikasi Tik-tok yang sedang digemari anak-anak muda di seluruh dunia, termasuk di Papua. “Kalian bisa gunakan aplikasi Tik-tok, kecuali Tuhan sudah tidak memberikan Inspirasi lagi,” katanya disambut tawa para siswa.

Loading...
;

Salah seorang peserta MPLS, Hironius Mario Sali Tukan  mengaku senang dan bisa mengikuti MPLS itu. Tukan menyebut, masa orientasi siswa baru di SMA Taruna Dharma itu jauh berbeda dibandingkan pengalamannya mengikuti masa orientasi siswa baru di SMP.

“Kalau dulu, kami bertemu banyak teman, sekarang tidak. Kami justru kaku, karena mengikuti MPLS daring bersama dengan teman lain. Suasana tadi sangat tegang. Tapi saya mencoba menyesuaikan dengan teman-teman yang diundang untuk mengikuti pembukaan bersama,” kata Tukan.

Tukan mengatakan MPLS akan berlangsung selama 13-15 Juni 2020. Setiap siswa sudah diberi tugas untuk membuat video dan foto dari berbagai aktivitas mereka di rumah. “Saya berencana membuat video saat bermain bola basket. Saya akan membuat dalam bentuk video lalu, saya kirim,” kata alumnus SMP Paulus Abepura, Kota Jayapura, Papua, itu.

Baca juga: Tak semua siswa punya android, sekolah ini kenalkan sekolahnya secara langsung

Peserta MPLS lainnya, Marice Megawati Woisiri mengatakan, MPLS secara daring memberi kesempatan bagi para siswa mengembangkan bakat mereka. “Saya suka cara belajarnya, karena kebanyakan [berupa] berdiskusi. Dinamika di dalam kelas itu menciptakan suasana akrab, jadi saya bisa mengerti dengan cepat,” katanya.

Woisiri mengungkapkan alasan memilih sekolah di SMA YPPK Tharuna Dharma karena sangat disiplin. SMA itu juga telah mencetak banyak lulusan yang berprestasi dan dikenal luas di Papua.  “Saya ingin seperti mereka. Kami ingin mengikuti jejak mereka,” kata alumnus SMP Papua Kasih itu.

Woisiri senang para guru mengajar dengan sangat bagus. “Selain itu guru-gurunya sangat ramah terhadap siswa-siswi. SMA ini sangat tepat untuk mengembangkan karakter siswa dan mengajak kita untuk dekat lebih dekat dengan Tuhan, sehingga saya memilih SMA ini,” katanya.

Kali pertama

Pandemi Covid-19 di Papua, khususnya di Kota Jayapura, membuat SMA YPPK Taruna Dharma memilih menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara daring. Kepala Sekolah Taruna Dharma Kotaraja, Kresencia Lesomar mengatakan MPLS serupa itu sudah dilaksanakan sepanjang 42 tahun sejarah sekolah itu, namun baru pertama kali digelar secara daring. “Sebelumnya, kami bertemu di tingkat yayasan dan mengikuti pelatihan untuk penggunaan aplikasi daring, lalu mengajarkannya kepada siswa-siswi,” kata Lesomar.

MPLS itu memilih tema menggali potensi diri dari rumah. “Kegiatan siswa-siswi selama MPLS dikerjakan di rumah. Hasilnya akan dinilai oleh guru, kemudian diunggah ke website sekolah,” katanya.

Lesomar mengatakan ada murid yang tidak memiliki telepon pintar untuk mengikuti pelajaran secara daring. Ia mengundang para siswa yang tidak memiliki gawai pintar untuk belajar di sekolah, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga; Di Kota Jayapura, tahun ajaran baru diawali dengan pertemuan wali siswa

Ketua Panitia MPLS, Maria Renyaan mengatakan MPLS itu diikuti 220 siswa baru. “Kami menggunakan [pembelajaran] daring untuk belajar mengajar. Mereka tidak bisa berkumpul secara bersamaan. Kami mengajak anak-anak kreatif di rumah. Hasil kreatifitas berupa video, gambar, akan dipublikasikan di website sekolah, dan ditonton oleh publik,” katanya.

Renyaan mengatakan selama MPLS, para murid akan menerima materi pelajaran yang berhubungan dengan pandemi Covid-19. Mereka akan diajari cara belajar yang menyenangkan di rumah, sesuai dengan tema menggali potensi siswa dari rumah. “Inti materi tersebut adalah bagaimana mereka bisa terhindar dari keributan, mengantuk, sekaligus mempersiapkan mereka  untuk belajar dari rumah selama satu semester,” katanya.

Renyaan mengatakan penyelenggaraan MPLS secara daring itu sesuai dengan instruksi empat menteri dan Dinas Pendidikan Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua. “Kami belum bisa mengadakan ‘new normal’, karena kasus Covid-19 di Jayapura cukup tinggi,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top