TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Danlanud Merauke dicopot, sertijab dilakukan tertutup

Pangkoops II TNI AU tiba di Bandara Mopah, Merauke, Papua
Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan, saat menyambut Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoops III), Marsda TNI Bowo Burdianto, di Bandara Mopah – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Danlanud Merauke-Papua, Kolonel (Pnb), Herdy Arief, secara resmi telah dicopot dari jabatannya, setelah dua anggotanya yakni Serda Dimas Harjanto dan Prada Rian Febrianto, melakukan tindakan penganiayaan terhadap Steven (18), penyandang tuna wicara, di bagian kepalanya, di depan warung bubur, tepatnya di Jalan Raya Mandala, Senin (26/7/ 2021), sekitar pukul 10.00 Waktu Papua.

Sebagai tindak lanjut dari pencopotan itu, Panglima Komando Operasi (Pangkoops) III TNI AU, Marsda TNI Bowo Burdianto, ditugaskan ke Merauke sekaligus melakukan serah terima jabatan dari Herdy Arief kepada Dalanud Merauke baru.

Dari pantauan Jubi, Jumat (30/7/2021), Pangkoops III TNI AU tiba di Bandara Mopah, sekitar pukul 07.30 Waktu Papua, disambut Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan.  Marsda TNI Bowo Burdianto langsung menuju ke Lanud Merauke untuk melakukan sertijab dari Herdy Arief kepada Danlanud Merauke yang baru, Kolonel Pnb A Gogot Winardi.

Namun sayangnya, pelaksanaan sertijab dilakukan secara tertutup. Para awak media tak diperkenankan masuk meliput sekaligus mengikuti jalannya sertijab yang berlangsung kurang lebih setengah jam itu.

Setelah melakukan sertijab, Pangkoops III TNI AU menuju ke Swiss belhotel melakukan pertemuan bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, Muspida, serta sejumlah komponen terkait lain.

Para awak media pun belum bisa melakukan wawancara dengan Pangkoops III TNI AU lantaran dialog masih sedang berlangsung.

Baca juga: Kekerasan warga disabilitas di Merauke, Danlanud dan Dansatpom dicopot

Dalam jumpa pers beberapa hari lalu,  Danlandud Merauke, Kolonel (Pnb), Herdy Arief menyampaikan permohonan maaf kepada Steven bersama keluarga dan seluruh masyarakat, atas tindakan sepihak dua anggotanya yang menginjak kepala Steven.

“Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf. Kedua oknum anggota pasti diproses dan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Merauke, Benjamin Latumahina, juga menyayangkan tindakan dua oknum anggota TNI AU dengan menginjak kepala Steven.

“Tentunya masyarakat meminta agar kedua pelaku harus dihukum sesuai aturan yang berlaku,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us