Follow our news chanel

DAP minta aparat keamanan dan pemerintah mengembalikan pengungsi Tembagapura ke kampungnya

Papua
Ilustrasi Kampung Banti, salah satu kampung di Distrik Tembagapura yang ditinggal warganya mengungsi ke Timika – http://agawaa.blogspot.co.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dewan Adat Papua atau DAP mengingatkan Pemerintah Kabupaten Mimika dan aparat keamanan mengembalikan ribuan warga berbagai kampung dari Distrik Tembagapura yang mengungsi ke Kota Mimika, sejak awal Maret 2020 silam.

Pernyataan itu dikatakan Sekretaris II DAP versi Kongres Masyarakat Adat Papua III di Biak, John NR Gobai kepada Jubi melalui panggilan telepon, Senin (19/10/2020).

Ia mengatakan, sekitar dua ribuan warga Tembagapura mengungsi dan diungsikan ke sejumlah lokasi di Timika beberapa bulan lalu, karena konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di sana.

Menurutnya, setelah beberapa bulan berada di lokasi pengungsian warga ada di antara warga yang mulai mengeluh. Menyatakan sulit memenuhi kebutuhan hidup karena mata pencaharianya ada di kampung asal mereka.

“Saya pikir kalau situasi di Tembagapura sudah aman, warga pengungsi ini mesti dikembalikan ke kampungnya. Kalau terus berada di Timika, mereka tidak tahu mesti kerja apa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Gobai.

Katanya, warga pengungsi mengaku selama berada di Timika ada di antara pengungsi yang menggantungkan hidupnya pada keluarga mereka di sana. Sebagian lagi tinggal di kos-kosan.

Gobai mengatakan, warga pengungsi mengaku setelah beberapa bulan di Timika mereka tidak mendapat jaminan hidup dari pihak terkait.

Loading...
;

Selain itu, belum ada kepastian kapan para pengungsi ini dikembalikan ke kampung asalnya. Padahal mereka sulit beradaptasi dengan situasi di Kota Mimika.

“Kalau daerah mereka sudah aman, dan para pengungsi ini belum dikembalikan, ada apa? Apakah ini terkait rencana perluasan area kerja PT Freeport, ataukan wilayah itu akan dijadikan zona perang?” ujarnya.

Katanya, jika itu terjadi akan dikemanakan warga asli berbagai kampung di Tembagapura. Padahal leluhur mereka telah hidup puluhan tahun di daerah itu, sebelum negara dan PT Freeport hadir.

“Kalau situasi memang sudah memungkinkan, kami berharap pemerintah, PT Freeport, aparat keamanan, DPR Papua dan DPRD Mimika memulangkan mereka ke kampung halamannya,” ujarnya.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob belum lama ini menyatakan, jika situasi di wilayah Tembapura sudah aman, pengungsi akan difasilitasi kembali ke kampung halamannya.

“Bagi warga yang belum memiliki KTP-el, silakan mengurusnya agar bila kembali sudah memiliki kartu identitas diri,” kata Johannes Rettob.

Warga Tembagapura yang diungsikan ke Timika beberapa bulan lalu berasal dari sejumlah kampung, di antaranya Kampung Banti, Kimbeli, dan Opitawak. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top