TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

DAP minta polisi usut tuntas kasus penembakan Opinus Tabuni

Perayaan Hari Masyarakat Adat Internasional di Papua
Perayaan Hari Masyarakat Adat Internasional di Kantor Dewan Adat Hubula, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (9/8/2021). - Dok. DAP versi KLB

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dewan Adat Papua versi Konferensi Luar Biasa mendesak pemerintah mengusut kasus penembakan yang menewaskan Opinus Tabuni. Opinus Tabuni adalah warga yang ditembak dalam unjuk rasa perayaan Hari Masyarakat Adat Internasional di Lapangan Sinapuk, Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 9 Agustus 2008.

Hal itu dinyatakan Ketua Dewan Adat Papua versi Konferensi Luar Biasa, Dominikus Surabut di Wamena, Senin (9/8/2021). “Hari ini, 9 Agustus 2021, tepat 13 tahun peristiwa penembakan terhadap  alharhum Opinus Tabuni,” kata Dominikus Surabut yang dihubungi Jubi seusai perayaan Hari Masyarakat Adat Internasional di Kantor Dewan Adat Suku Hubula di Wamena, Senin.

Dominikus menyatakan masyarakat adat di Papua tidak pernah melupakan peristiwa bersejarah itu. Masyarakat adat selalu ingat dan memperingati berbagai peristiwa tragis (memoria passionis) yang dialami masyarakat adat saat memperjuangkan pengakuan hak mereka sebagai pemilik negeri.

Baca juga: 10 tahun berlalu sudah, jadi siapa pembunuh Opinus Tabuni ?

“Karena itu, Dewan Adat Papua dan seluruh komponen masyarakat adat Papua mendesak Polri untuk tidak melupakan kasus tersebut. [Polri harus] secara sungguh-sungguh mengungkap pelaku penembakan dan motif penembakan itu, sebagai wujud independensi dan profesionalisme polisi,” kata Dominikus.

Sekretaris Dewan Adat Suku Hubula, Engelbert Surabut mengatakan peristiwa penembakan itu tidak dilupakan begitu saja. Peristiwa itu mestinya menjadi perhatian semua pihak, baik itu pemerintah Indonesia maupun masyarakat international.

“Perayaan [Hari Masyarakat Adat Internasional] yang menewaskan Opinus itu kan sudah diakui international dan Indonesia. Pengakuan itu mestinya juga [diwujudkan] dalam [pengungkapan] kasus itu,” kata Engelbert.

Engelbert menyatakan masyarakat adat di Papua meminta pemerintah serius mengusut kasus penembakan itu. “Sebagai keluarga dan korban, kami minta kepastian hukum [atas kasus itu]. Dunia Internasional mesti membantu advokasi kasus itu,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us