Follow our news chanel

Previous
Next

Demonstrasi karyawan PTFI masih berlanjut hingga Selasa malam

Freeport Indonesia Papua
Para karyawan dan pekerja PT Freeport Indonesia berunjukrasa di Mile 72 jalan penghubung Tembagapura dan areal tambang PT Freeport Indonesia pada Selasa (25/8/2020). - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Hingga Selasa (25/8/2020) pukul 21.00 WP, sejumlah karyawan dan pekerja PT Freeport Indonesia atau PTFI masih berunjuk rasa di Mile 72, areal kerja PTFI di Kabupaten Mimika, Papua. Mereka melanjutkan blokade jalan penghubung Tembagapura dan areal tambang PTFI di Mile 72, menuntut manajemen PTFI untuk mengizinkan karyawan yang libur turut ke Timika, ibu kota Kabupaten Mimika.

Pada Selasa pagi, Bupati Mimika dan manajemen PTFI telah menyepakati para karyawan dan pekerja PTFI yang libur diizinkan untuk turun ke Timika. Akan tetapi, kesepakatan itu belum memuaskan para karyawan yang berdemonstrasi di Mile 72, antara lain karena adanya pembatasan jumlah karyawan atau pekerja libur yang diizinkan turun ke Timika.

Unjuk rasa itu terjadi karena para karyawan serta pekerja PTFI memprotes penutupan akses angkutan orang menuju Tembagapura sejak 26 Maret 2020. Akibatnya, para karyawan dan pekerja PTFI yang berada di Tembagapura tidak dapat turun untuk menjenguk keluarga mereka di Timika.

Penutupan akses itu diberlakukan sebagai bagian dari penanganan pandemi Covid-19 di Mimika dan Papua. Timika merupakan salah satu kota yang memiliki arus penumpang antar provinsi tertinggi di Papua, dan menjadi salah satu hotspot penularan virus korona di Papua.

Baca juga: Lagi, karyawan Freeport palang jalan Mile 74

Salah satu karyawan PTFI yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan pada pukul 17.00 WP perwakilan manajemen PTFI, Demi Magai, telah menemui para karyawan yang berunjukrasa di Mile 72. Perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga juga turut menemui para karyawan.

“Kami saksikan, perwakilan pemerintah daerah mengatakan bus PTFI bagi [para karyawan yang] Scheduled Day Off atau SDO dibuka [dan beroperasi lagi]. Kami menerima pernyataan itu. Akan tetapi, kami tidak terima sambutan [dan penjelasan] dari manajemen [PTFI] yang menyampaikan [dalam] satu hari [hanya] 200 orang karyawan [libur] yang bisa turun ke Timika. Akhirnya karyawan menolak,” katanya saat dihubungi pukul 21.00 WP.

Loading...
;

Ia menyatakan pada Selasa malam para karyawan masih bertahan dan memblokade jalan di Mile 72. “Hingga malam ini, pukul 21.00 WP, karyawan masih menututup jalan karena pihak manajemen tidak merespon tuntutan karyawan,” katanya.

Seorang karyawan PTFI berinisial AH yang dihubungi secara terpisah membenarkan para karyawan dan pekerja PTFI masih berunjuk rasa dan memblokade Mile 72. “Malam hari ini mereka masih melakukan pemalangan. Malah lebih banyak lagi karyawan yang turun. Mulai dari kemarin sampai saat ini masih,” kata AH.

AH menyatakan para pengunjuk rasa itu kecewa dengan manajamen PTFI yang dianggap ingkar janji. “Pada tanggal 19 [Agustus lalu], manajemen sampaikan hasil rapat Corporate Communication PTFI, tetapi [hasil itu] tidak dikeluarkan sampai saat ini. Sampai saat ini, karyawan tuntut, sampai ada hasil [yang diumumkan] Corporate Communication, baru akses jalan [di Mile 72] dibuka,” kata AH.

Baca juga: LBH Papua dampingi eks karyawan Freeport bertemu MRP

Kepada Demi Magai dan Paulus Yanengga, para pengunjuk rasa menyampaikan tuntutannya. Mereka meminta semua karyawan dan pekerja PTFI yang sedang libur diizinkan untuk turun ke Timika, dan bus karyawan dioperasikan sebagaimana jadwal sebelum terjadi pandemi Covid-19.

Mereka juga meminta jam kerja seluruh karyawan maupun pekerja kontraktor dibayarkan secara normal, dengan perhitungan 12 jam kerja. Para karyawan dan pekerja juga menuntut manajemen PTFI memberikan insentif bagi mereka yang bekerja pada masa pandemi Covid-19.

Vice President (VP) Corporate Communication PTFI, Riza Pratama yang dihubungi Jubi melalui layanan pesan Whatsapp pada Selasa pukul 19.21 WP membenarkan sejumlah karyawan dan pekerja PTFI masih berdemonstrasi. “Demo masih berlangsung. Wakil Perusahaan sudah berunding dengan Bupati Mimika untuk mencari solusi agar karyawan dapat segera keluar [dari] wilayah kerja untuk bertemu keluarga,” tulis Reza.

Menurutnya, wakil manajemen PTFI juga sedang menemui para pengunjuk rasa, untuk mencapai kata sepakat. Saat dikonfirmasi lebih lanjut apakah demonstrasi di Mile 72 itu mengganggu kegiatan produksi PTFI, Reza belum memberikan jawaban.(*)

Jurnalis Jubi, Timotius Marten, turut berkontribusi dalam penulisan berita ini.

Editor: Aryo Wisanggeni

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top