Follow our news chanel

Previous
Next

Di PNG, makin banyak yang tolak pembuangan limbah bawah laut

papua-wafi-golpu-morabe-png
Perusahaan patungan Wafi-Golpu di Provinsi Morobe, Papua Nugini - RNZI

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Penolakan terkait pembuangan limbah tambang ke laut makin marak di Provinsi Morobe, Papua Nugini (PNG).

Ada perusahaan-perusahaan di belakang usulan agar tambang emas dan timah Wafi-Golpu  Dekat pabrik Lae itu memompa limbah tambangnya ke Teluk Huon, proses yang mereka sebut Deep Sea Tailings Displacement (DSTD).

Mantan Gubernur Provinsi Morobe, Keely Naru, adalah orang terakhir yang bergabung dalam debat penolakan. Kepada media Post Courier ia mengatakan perusahaan-perusahaan dibelakang PT Wafi-Golpu, Harmony of South Africa dan Newcrest dari Australia, mesti diminta untuk mengapalkan limbah itu kembali ke negeri mereka masing-masing.

Gubernur saat ini, Ginson Saonu, juga menyuarakan penolakannya terhadap pembuangan limbah bawah laut. Di parlemen, pekan lalu, dia menyinggung Menteri Pertambangan mengapa tak dibangun waduk tradisional limbah saja di darat.

Loop PNG melaporkan Menteri Pertambangan, Wera Mori, mengatakan bahwa areal tersebut rentan terhadap gempa dan hujan lebat yang dapat merusak dinding waduk limbah, karena itu ia menyebut opsi itu sebagai “resep bencana”.

Mori merujuk pada kolapsnya waduk limbah tailing Ok Tedi di Provinsi Bagian Barat pada tahun 1984, dan mengingatkan kemiripan antara dua areal itu.

Baca juga: Peneliti limbah nikel di Madang, PNG sebut ada arsenik dalam limbah

Loading...
;

Pada tahun 2018, Newscrest mengatakan pada Australian Financial Review perusahaannya berencana untuk memompa limbah 1km ke lepas pantai dan di sekitar kedalaman 200m.

Opsi ini dipilih setelah studi yang dilakukan terhadap 46 waduk dan beberapa situs potensial di daratan, yang semuanya disebut terlalu berisiko dan memakan biaya tinggi.

Newcrest menyatakan bahwa Teluk Western Huon merupakan suatu “lingkungan yang sangat cocok” untuk penyimpanan limbah karena “di sana terdapat lembah yang dalam menuju ke palung laut yang sangat dalam”.

Namun elemen-elemen masyarakat Morobe juga telah menunjukkan penolakan mereka terhadap pembuangan limbah bawah laut itu.

Bulan lalu, Loop PNG melaporkan kelompok gereka di Distrik Nawaeb menyuarakan ketidaksetujuan mereka dengan mengingatkan peristiwa semburan lumpur tahun 2019 dari proyek pertambangan Ramu Nicol menuju Teluk Madang Basamuk.

Pada bulan Juni, sekelompok muda-mudi gereja juga menunjukkan keresahan mereka sambil melakukan pembersihan di sebagian areal pantai.

Kekhawatiran terhadap kesinambungan lingkungan serupa terkait pembuangan limbah bawa laut juga telah disuarakan terhadap rencana menambang pulau Woodlark PNG.

Sebelumnya, Newcrest sudah mengalirkan limbah ke lautan lepas dari tambangnya di pulau Lihir PNG, namun PanAust berbasis di Brisbane itu dilaporkan berjanji untuk tidak menggunakan teknik itu di PNG terkait proyek timah Frieda River-nya. (*)

Sumber: RNZI

Editor: Zely Ariane 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top