Follow our news chanel

Previous
Next

Papua disebut buta aksara tertinggi, Kemendikbud : bakal menggandeng kalangan perempuan

Kepala Seksi Keaksaraan, Kesetaraan, dan Pendidikan Keluarga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, mendampingi warga belajar keaksaraan – Jubi/Ramah

Papua No.1 News Portal

Jakarta, Jubi  –  Kementerian pendidikan dan kebudayaan  bakal menggandeng lebih banyak kalangan perempuan dan disabilitas untuk mengurangi angka buta aksara di sejumlah daerah, termasuk di Papua yang masih menempati angka 21,9 per tahun 2019. Kaum perempuan dan kelompok disabilitas akan dilibatkan pelatihan aksara.

“Pasalnya, angka buta aksara pada perempuan dan kaum disabilitas masih tinggi,” kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri, Jumat (4/9/2020).

Berita terkait : Susenas 2019 : Papua jadi provinsi dengan angka buta aksara tertinggi

Jumeri menyatakan angka buta aksa usia di atas 15 tahun, untuk kaum pria mencapai 2,52 persen. Sedangkan pada perempuan angkanya berlipat hingga 5,67 persen. Sebanyak 2,29 persen dari jumlah tersebut berada di perkotaan, dan 6,44 persen di pedesaan.

“Pada kaum disabilitas angka buta aksara mencapai 21,37 persen pada usia 15 tahun keatas. Sedangkan non disabilitas mencapai 3,52 persen,” kata Jumeri menambahkan.

Baca juga : Kota Jayapura menargetkan zero tuna aksara tahun ini 

Loading...
;

Tak hanya anak-anak di Festival Keaksaraan

Tercatat per tahun 2019 terdapat 21,9 persen dari total penduduk di Provinsi Papua buta aksara. Jumlah itu menjadikan Papua menjadi provinsi dengan angka buta aksara paling tinggi di Indonesia.

“Papua itu 21,9 persen (buta aksara), Nusa Tenggara Barat 7,46 persen, Nusa Tenggara Timur 4,24 persen, Sulawesi Selatan 4,22 persen, Sulawesi Barat 3,98 persen dan Kalimantan Barat 3,81 persen,” kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri, Jumat (4/9/2020).

Ia menyebut enam provinsi ini merupakan daerah dengan angka buta aksara tertinggi. Secara nasional, angka buta aksara Indonesia pada 2019 mencapai 1,78 persen atau turun dari tahun 2018 sebesar 1,93 persen.

Jumeri menduga tingginya angka buta aksara berkaitan dengan angka partisipasi kasar (APK) atau persentase penduduk yang bersekolah dan pendapatan per kapita di suatu daerah.

“Keenam provinsi tersebut memiliki APK yang tinggi dan pendapat per kapita yang rendah,” kata Jumeri menjelaskan.

Sedangkan upaya pemberantasan buta aksara bisa mendorong kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Hal ini dilakukan oleh Kementerian pendidikan dan kebudayaan dengan memfokuskan pelatihan aksara di enam daerah tertinggi.

Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Samto penurunan buta aksara lima tahun terakhir lambat karena tinggal sedikit. “Karena memang tinggal di bawah dua persen, tinggal daerah yang mengalami kesulitan ketika melakukan intervensi,” kata Samto.

Kebanyakan daerah yang angka buta hurufnya tinggi berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). “Sehingga Kementerian sering terkendala akses atau sumber daya manusia ketika melakukan pelatihan keaksaraan,” kata Samto menjelaskan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top