Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

PH: Ada kesan diskreditkan tujuh tapol Papua

Papua-tapol
Tujuh tapol Papua yang diadili di Kaltim saat ditemui dua Anggota DPR Papua sehari sebelum putusan majelis hakim - Jubi/Laman facebook Fransiskus Takimai

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Satu di antara penasihat hukum (PH) tujuh tahanan politik (tapol) Papua yang diadili di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, Emanuel Gobay, mengatakan ada sejumlah pihak di Papua berupaya mendiskreditkan para kliennya, sebelum vonis majelis hakim, 17 Juni 2020.

Pernyataan itu dikatakan Emanuel Gobay melalui panggilan teleponnya, Jumat (19/6/2020).

Ia mengatakan beberapa hari sebelum putusan terhadap tujuh tapol Papua pihak penegak hukum di Papua mengeluarkan pernyataan yang terkesan tidak adil. Hanya berbicara kerugian kelompok warga tertentu ketika demontrasi antirasisme di beberapa wilayah di Papua meluas menjadi rusuh, tanpa menyebut kerugian yang dialami warga asli Papua. Padahal saat itu, warga asli Papua juga mengalami kerugian.

PH: Ada kesan diskreditkan tujuh tapol Papua 1 i Papua

Ia mencontohkan ketika demonstrasi antirasisme kedua yang meluas menjadi rusuh di Kota Jayapura pada 29 Agustus 2019, seorang pemuda asli Papua di Kamkey Distrik Abepura, Kota Jayapura dibunuh. Terjadi penembakan terhadap salah satu mahasiswa di Kamkey dan pembacokan yang dialami seorang tokoh agama di Abepura.

“Apa yang dimaksudkan Kapolda [Papua] dan organisasi [masyarakat] Nusantara itu tidak fair. Kenapa? Dia hanya menyebutkan kerugian yang dialami teman-teman kelompok warga lain, tidak menyebutkan kerugian yang dialami orang Papua. Kalau mau bicara korban, bicara berimbang,” kata Emanuel Gobay.

Menurutnya, terkait pencurian, pengrusakan, pembakaran, dan penganiayaan saat unjuk rasa antirasisme di Kota Jayapura dan Wamena Kabupaten Jayawijaya, beberapa orang yang dituduh sebagai pelaku telah divonis pengadilan. Sehingga keliru jika hal tersebut dikaitkan dengan tujuh tapol Papua. Apalagi pernyataan itu disampaikan sebelum ada vonis terhadap tujuh tapol Papua.

“Itu menunjukkan jika Kapolda Papua maupun Kajati Papua tidak menghargai asas praduga tak bersalah. Padahal keduanya pimpinan lembaga penegak hukum di Papua. Mestinya tidak boleh ada pernyataan seperti itu karena mereka lebih memahami asas praduga tak bersalah,” ujarnya.

Loading...
;

Kata Gobay, dalam kasus tujuh tapol Papua, tidak ada di antara mereka terbukti melanggar pasal terkait pengrusakan, pembakaran, penganiayaan, dan pencurian atau turut serta pasal 55 KUHP, dan tidak dijuntokan ke pasal lain misalnya pasal 351 KUHP atau pasal 365 KUHP.

“Secara langsung [tujuh tapol] diputus [melanggar pasal makar]. Tidak ada hubungan sama sekali [dengan pencurian, penganiayaan, pembakaran]. Jangan menghilangkan satu fakta dan bicara fakta lain. Ini kan sudah tidak adil namanya,” ucapnya.

Selain itu, kata Emanuel Gobay, jika bicara kerugian saat demonstrasi antirasisme di Kota Jayapura dan Wamena, pemerintah telah memberikan bantuan sosial melalui Kementerian Sosial dan Dinas Sosial kepada mayoritas para korban.

“Saya pikir pemenuhan hak keadilan sudah terpenuhi. Secara hukum maupun tali asih dari negara. Mestinya tak ada pernyataan yang kesannya mendiskreditkan ketujuh tapol,” katanya.

Dalam sebuah diskusi di Kota Jayapura pada 15 Juni 2020, Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengatakan perlu melihat para korban dalam demonstrasi antirasisme yang meluas menjadi rusuh [di Kota Jayapura dan Wamena]. Saat itu terjadi pembakaran yang menyebabkan eksodus warga.

Dalam diakusi yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo, mengatakan dalam demontrasi antirasisme ada [warga] dirampok, dibunuh, dan dianiaya.

“Pemeriksaan tidak sembarang. Dari penyidik ke jaksa dan jaksa ke pengadilan. Itu ada tahapannya,” kata Nikolaus Kondomo. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top