Disperindagkop Kota Jayapura perketat penjualan minyak tanah

papua, kadisperindagkop-kota-jayapura
Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Soal melambungnya harga jual minyak tanah yang mencapai Rp10 ribu per liter membuat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Kota Jayapura, Provinsi Papua lebih memperketat pengawasan penjualan minyak tanah, terutama di tingkat pedagang pengencer.

“Jadi informasi dari agen harga minyak tanah masih normal, sedangkan pengencer yang beli di pangkalan ini yang tidak bisa dikontrol harganya,” ujar Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (6/1/2021).

Dikatakan Awi, naiknya harga minyak tanah di ibukota Provinsi Papua ini, dalam beberapa waktu terakhir, atas keluhan masyarakat di media sosial yang membeli hingga Rp50 ribu per jerigen ukuran lima liter di wilayah Distrik Heram.

“Kalau pangkalan semuanya sudah terdaftar di kami. Semua pangkalan menjual minyak tanah di harga normal, yaitu Rp20 ribu satu jerigen ukuran lima liter,” ujar Awi.

Dikatakan Awi, Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura mengoptimalkan pengawasan penjualan minyak tanah di tingkat pedagangan pengencer sehingga tidak merugikan masyarakat.

“Kalau itu pangkalan kami tegur keras, kami lakukan pembinaan. Kami cek dulu baru kami lakukan penertiban. Stok minyak tanah stabil tidak ada kelangkaan,” ujar Awi.

Awi mengharapkan kepada pedagang pengencer untuk tidak menjual minyak tanah di harga tinggi demi mencari keuntungan, namun menjual dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Loading...
;

“Kami tidak bisa melarang warga untuk berdagang, namun kami minta mereka menjual di harga yang telah ditentukan. Kalaupun mau naikkan harga, tidak terlalu tinggi dari harga yang sudah ditetapkan,” ujar Awi.

Baca juga: Pandemi Covid-19, PAD Kota Jayapura surplus Rp20,5 miliar

Salah seorang warga di Kota Jayapura, Levina, mengharapkan Pemerintah Kota Jayapura terus melakukan pengawasan kepada penjual minyak tanah, apakah itu di pangkalan atau pedagang pengencer, untuk memastikan para pedagang tidak menjual lebih mahal dari harga yang sudah ditetapkan.

“Saya masih sangat membutuhkan minyak tanah untuk memasak, soalnya kalau pakai gas saya masih takut. Saya harap pemerintah memperhatikan ekonomi masyarakat lemah,” ujar Levina.

Levina yang tinggal di wilayah Entrop, Distrik Jayapura Selatan, mengaku harga penjualan minyak tanah di wilayahnya masih stabil, yaitu Rp20 liter satu jerigen ukurang lima liter, yang dijual di pedagang pangkalan minyak tanah. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top