TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Edukasi dibutuhkan agar bisa berdaya menjaga hutan

Film Dokumenter di Papua
Perkumpulan Papuan Voices Wilayah Jayapura menggelar pemutaran film dokumenter “Kehidupan Di Hutan Mobak” di Kota Jayapura, Rabu (10/2/2021). - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Untuk menjaga dan merawat hutan, setiap orang harus mengedukasi diri dan orangtua untuk berdaya menjaga hutan di Tanah Papua. Hal ini dikatakan Yune Paisey, warga Kota Jayapura, ketika memberikan pandangannya dalam diskusi usai menghadiri pemutaran film dokumenter “Kehidupan Di Hutan Mobak” yang digelar Perkumpulan Papuan Voices Wilayah Jayapura di Kota Jayapura, Rabu (10/2/2021).

Usai menonton film dokumenter berdurai 8 menit 36 detik itu, Yune Paisey menyatakan banyak perusahaan sawit yang menjarah hutan Papua demi kepentingan para investor. Untuk itu, masyarakat harus merawat pangan lokal seperti pohon sagu, yang menjadi sumber pangan bagi masyarakat setempat di hutan Mobak.

Film “Kehidupan di Hutan Mobak” bercerita tentang pergumulan dan harapan masyarakat adat di hutan Mobak, Kampung Waigeo, Raja Ampat, Papua Barat. Seorang tokoh dalam film sekaligus sutradara, Yopi Gaman bercerita, masyarakat yang mendiami hutan itu sangat tergantung kepada hutan. Hutan adalah ‘mama atau ibu” yang menjaga dan memberikan kehidupan kepada masyarakat di Kampung Waigeo.

Yosep Yatipai, salah seorang penonton menilai apa yang dilakukan Yopi dalam film itu memang sangat tepat dan benar. Yatipai menyebut generasi muda Papua saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga hutan di Tanah Papua, karena hutan sangat penting untuk manusia. Bagi orang Papua, katanya, hutan adalah bagian dari hidup.

Baca juga: Papuan Voices gelar Festival Film Mini tentang masyarakat adat dan SDA Papua

Moderator diskusi Asrida mengajak semua penonton, khususnya para generasi muda Papua, agar terus bergerak menyelamatkan hutan Papua. Generasi muda Papua bisa berbuat apa saja yang bisa dilakukan, berdasarkan sumber daya yang dimiliki. Banyak alternatif untuk dilakukan untuk tetap merawat dan menjaga hutan Papua, seperti yang dikatakan, mengolah pangan, obat-obatan dan membuat hutan sebagai tempat ekowisata.

Koordinator Umum Papuan Voices, Bernard Koten, mengajak semua anak muda Papua tidak malu bercerita tentang kehidupan, budaya atau apa saja yang terjadi di Tanah Papua melalui film. Film menjadi salah satu media audiovisual yang pesannya mudah diterima dan dipahami masyarakat.

“Kita anak muda tra usah malu untuk menceritakan kisah kita. Kita tunjukkan bahwa kita bisa melakukan itu dalam film. Kita beritahu kepada orang luar bahwa hutan, kita manusia dan budaya kita merupakan kekayaan yang perlu kita jaga dan rawat. tra usah malu belajar untuk kebaikan bersama melalui film dokumenter,” kata Bernard Koten kepaada Jubi, Kamis.

Bernard mengatakan, selain agenda rutin nonton bareng, pihaknya menggelar nonton bareng film dokumenter tersebut, dalam rangka membangun kesadaran tentang kehidupan dan persoalan di Tanah Papua, sekaligus mengajak anak muda Papua untuk berkarya atau bercerita melalui film dokumenter. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us