Follow our news chanel

Previous
Next

Empat mahasiswa USTJ ditangkap polisi di kampus

Tapol Papua
Tim penasihat hukum saat mengunjungi tujuh tahanan politik Papua di Kaltim - Jubi. Dok
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Polisi Resort Kota Jayapura kembali menangkap empat pengurus Badan Eksekutf Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. Mereka ditangkap di kampus USTJ di Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua oleh polisi Resort Kota Jayapura, Senin (15/6/2020), sekira pukul 08.00 waktu Papua.

“Polisi menangkap empat  mahasiswa USTJ saat mereka membuka posko di kampus untuk pembebasan tujuh tahanan (politik) pejuang anti rasisme di Kalimantan Timur,” kata Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi Sastra dan Sosial Politik USTJ, Marvin Yobe, kepada Jubi melalui sambungan selulernya, Senin (15/6/2020).

Yobe mengatakan empat orang yang ditangkap adalah Marten Pakage, Semi Gobay, Albert Yatipai, dan Ones Yalak. Saat ini keempat mahasiswa berada di Polresta Kota Jayapura.

“Kami memohon advokasi dari semua pihak berkaitan dengan keberadaan empat mahasiswa yang ditahan oleh pihak kepolisian,” katanya.

Baca Aktivis mahasiswa serukan pembebasan 7 tapol Papua

Lanjut Yobe, polisi sudah melanggar aturan sebab para mahasiswa ini ditangkap di halaman kampus.

“Kami minta agar mereka dibebaskan karena ini benar-benar mereka membungkam ruang demokrasi yang berlaku di negara ini,” katanya.

Loading...
;

Yobe menambahkan para mahasiswa sudah membuka posko di kampus sejak Sabtu, 13 Juni 2020. Tujuannya untuk menyerukan agar tujuh tahanan politik Papua yang saat ini sedang menjalani proses peradilan di Kalimantan Timur, segera dibebaskan.

“Karena mereka adalah korban rasisme, bukan pelaku atau pelanggar hukum,” katanya.

Lebih jauh Yobe mengatakan peserta aksi dalam orasi dan pernyataan sikap mereka, mendukung pembebasan tanpa syarat terhadap tujuh tahanan politik (tapol) Papua.

Para mahasiswa menilai ketujuh tapol tersebut merupakan korban praktik rasisme terhadap Papua.

“Itu merupakan ketidakadilan dan diskriminasi (dalam penegakan) hukum. Tuntutan jaksa terhadap mereka melukai hati kami dan Rakyat Papua,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top