Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Farid Gaban: Persatuan tidak bisa dipaksakan, aspirasi harus dihormati

papua
Ilustrasi Aksi mahasiswa dan simpatisan dalam demo menolak perpanjangan Otsus Papua – Jubi/Yuliana Lantipo

Papua No.1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Jurnalis yang keliling Indonesia pada 2009 lalu, dalam ekspedisi Zamrud Khatulistiwa, Farid Gaban mengatakan kalau pun ada kekhawatiran terjadi kekerasan dan trauma berkepanjangan akan tetapi masyarakat Papua mesti diberi kesempatan melakukan referendum.

Pernyataan itu dikatakan Farid Gaban dalam dikusi daring “4 Jurnalis Keliling Indonesia Bicara 75 Tahun Indonesia Merdeka dan NKRI Harga Mati” yang digelar Redaksi Jubi, Senin petang (17/8/2020).

“Kekhawatirkan akan harga yang harus dibayar menurut saya, tidak bisa menghalangi kita memberi kesempatan kepada mereka (masyarakat Papua) melakukan referendum kalau memang itu harus dilakukan,” kata Farid.

Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab munculnya tuntutan merdeka. Salah satunya, karena obsesi menyatukan keberagaman secara paksa.

“Persatuan tidak bisa dipaksakan. Alangkah kelirunya kalau kita ingin menyeragamkan. Aspirasi harus dihormati,” ujarnya.

Katanya, ia bukannya tidak bangga terhadap Indonesia, namun kebanggaan itu adalah dengan adanya keberagaman.

“Jangan terlalu takut dengan perbedaan pandangan, bahkan yang ekstrim sekalipun,” ucapnya.

Loading...
;

Dalam diskusi yang sama, jurnalis yang melakukan perjalanan keliling Indonesia dalam ekspedisi Indonesia Biru pada 2015, Dandhy Dwi Laksono mengatakan aspirasi referendum di Papua, Maluku dan Aceh lebih dulu ada sebelum Timor Timur atau kini Timor Leste.

Menurutnya, ketika Timor Timur menang dalam penentuan jajak pendapat, aspirasi referendum di Papua dan Aceh semakin menguat.

“Karena mereka (Papua dan Aceh) punya sejarah sendiri. Kalau ngomongin Papua dan Aceh dia lebih dalu dari Timor Leste. RMS (Republik Maluku Selatan) dia lebih dulu dari Timor Leste. Timor Leste ini ABG (anak baru gede) milenial [yang bergabung dengan Indonesia] tahun 1975,” ujar Dandhy. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top