Follow our news chanel

Previous
Next

Farida hanya bisa pasrah kiosnya dilahap si jago merah

papua-pasar-youtefa-farida
Farida bersandar di salah satu tiang kantor Pasar Youtefa, Kota Jayapura-Papua, Selasa (21/7/2020) - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tubuhnya terlihat lemas dan wajahnya pucat setelah melihat kios miliknya di Pasar Youtefa Kota Jayappura-Papua habis dilalap si jago merah pada Selasa (21/7/2020) pukul dua dini hari.

Farida namanya. Perempuan berusia 51 tahun ini bersandar di salah satu tiang kantor Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua. Ia menjadi salah satu korban dari ratusan pedagang yang terkena musibah kebakaran di pasar tersebut.

Sesekali Farida melihat ke belakangnya untuk menyaksikan kios miliknya hangus terbakar tidak jauh dari kantor pasar. Ia hanya bisa menatap kosong kios yang menjadi ladang penghidupannya sehari-hari.

“Saya jualan kelontongan Mas. Tidak ada yang bisa diselamatkan, semuanya terbakar. Saya jualan di blok B1,” ujar Farida sambil meneteskan air mata saat dihampiri Jubi.

Sambil menghapus air mata yang tumpah, Farida bercerita, malam itu dirinya berada di rumah yang letaknya di Pasar Abepura lama. Ia mendapat kabar dari rekannya sesama pedagang kalau kiosnya terbakar.

Tanpa pikir panjang, ia langsung memacu sepeda motornya menuju Pasar Youtefa. Namun sesampainya di pasar, api sudah melahap sebagian besar kios beserta barang dagangannya.

Ia sempat mencoba masuk ke dalam pasar untuk menyelamatkan sisa barang yang belum terbakar, namun api dengan cepat menyambar barang dagangannya karena malam itu angin bertiup kencang.

Loading...
;

“Saya mencoba menyelamatkan sisa barang yang ada tapi warga tahan saya karena api sudah membesar. Tidak ada yang bisa saya bawa pulang, semuanya habis. Kerugian saya puluhan juta karena isi kios barang-barang beras, telur, minyak, dan lain-lain,” ujar Farida.

Baca juga: Polisi masih selidiki penyebab kebakaran Pasar Youtefa

Baca juga: Pasar Youtefa terbakar, pedagang disediakan pasar sementara

Hal yang sama dialami Sahril. Pedagang barang kelontongan ini juga yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan kejadian malam itu dan hanya bisa menyaksikan seluruh barang dagangannya hangus terbakar api.

“Saya tiba di pasar jam tiga tapi kios saya sudah terbakar. Biar mau selamatkan beras tidak ada. Saya punya surat-surat kepemilikan kios ikut terbakar. Saya berharap pemerintah mencarikan solusi buat kami pedagang yang terkena musibah kebakaran ini agar kami bisa berjualan untuk memenuhi kebutuhan kami terutama makan minum,” ujar Sahril.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura-Papua, Robert L.N. Awi, mengatakan pedagang yang kiosnya terbakar disediakan pasar sementara untuk dilakukan aktivitas jual beli.

“Kami masih melakukan pendataan (yang terkena dampak kebakaran) untuk memastikan tidak adanya pedagang siluman yang memanfaatkan momen kebakaran pasar,” ujar Awi.

Dikatakan Awi, Pemerintah Kota Jayapura-Papua tetap memperhatikan pedagang tersebut asal mereka bisa bersabar, terlebih lagi masih dilakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kebakaran.

“Setelah penyelidikan selesai baru dilakukan pembersihan pasar, setelah itu baru dibangun lapak baru (bukan permanen) untuk pedagang berjualan. Kami mohon kerja sama pedagang untuk bersama-sama saling membantu sehingga aktivitas jual beli bisa normal kembali,” ujar Awi. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top