Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Freeport urus AMDAL, Gobay: Untuk kepentingan masyarakat yang mana

papua-tambang-freeport
Tambang Freeport di Papua dari pencitraan satelit – Jubi/Mongabay.co.id
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pernyataan PT Freeport Indonesia melalui juru bicaranya terkait pembahasan AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) yang diklaim demi kepentingan masyakat, dinilai tidak benar dan harus dibantah. Faktanya, masyarakat tidak satu suara dan masih berbeda pendapat terkait pembahasan AMDAL tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris II Dewan Adat Papua hasil Konferensi Masyarakat Adat Papua di Biak, John NR Gobay, kepada redaksi jubi.co.id, di Abepura, Kota Jayapura-Papua, Selasa (19/8/2020).

“Dia “Freeport” bilang demi kepentingan masyarakat, masyarakat yang mana? Masyarakat sedang konflik kok. Ada pro dan kontra,” kata Gobay mengkritisi proses pengurusan AMDAL yang dinilainya tidak sesuai dengan prosedur dan mekanisme umum.

Freeport urus AMDAL, Gobay: Untuk kepentingan masyarakat yang mana 1 i Papua

Kata dia, kalau mengikuti prosedur, PT Freeport Indonesia mestinya tahu diri sebagai tamu di rumah atau suku-suku di area dimana perusahaan tambang itu beroperasi. Freeport mestinya membaca situasi dan kondisi masyarakat yang sedang ribut demi kondisi masyarakat yang sama tetapi juga Freeport sendiri.

“Dia mestinya tahu diri, kalau tuan rumah ribut, Freeport harus fasilisasi. Bapa dorang selesaikan dulu, supaya kita yang datang juga rasa enak, nyaman. Ini yang Freeport tidak lakukan,” ungkap pria yang kembali terpilih sebagai anggota DPRP melalui kursi pengangkatan ini.

Baca juga: Freeport angkat bicara terkait AMDAL

Gobay menambahkan Freeport membiarkan semua berlangsung, dengan satu kondisi, Freeport merasa memegang kuasa, bisa melakukan apa saja dengan masyarakat. Karena, Freeport merasa semua yang ribut tergantung kepada dia.

Loading...
;

“Semua ini akan minta ke Freeport. Ini watak perusahaan-perusahaan seperti ini. Kalau begini kan bisa dibeli, dikondisikan. Dia dikondisikan atas nama masyarakat, selesai,” ungkapnya.

Kalau mengikuti prosedur ideal, lanjut Gobay, yang diterapkan perusahaan ketika hendak masuk ke wilayah masyakat adat, yang namanya pinsip Free Prior and Informed Consent (FPIC). Freeport tidak seperti yang ada, karena FPIC adalah hak masyarakat adat untuk mengatakan “ya” dan “tidak” untuk pembangunan yang mempengaruhi sumber daya dan wilayah mereka.

“Sebaiknya, idealnya, ada penyampaian terbuka, jelaskan kepada masyarakat, dan masyarakat mengetahui apa yang akan terjadi, apa dampaknya, dan masyarakat memutuskan,” ungkapnya.

Karena ini tidak jalan, Gobay mengatakan dirinya selalu mengatakan dokumen AMDAL itu bisa diperjualbelikan. Dokumen yang tidak pernah menjamin hak-hak masyarakat sehingga tidak pernah ada akar perusahaan yang ditutup atau ditolak karena amdalnya.

Sebelumnya, manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) mengatakan konsultasi publik dalam rangka proses  Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sedang berlangsung tidak terkait dengan perluasan maupun pengembangan area pertambangan. Penyusunan AMDAL 2020 lebih pada untuk memperbaharui izin lingkungan yang telah dimiliki PTFI dan juga demi kepentingan masyarakat yang berdomisili di area Freeport.

“Penyusunan AMDAL 2020 ini memiliki tujuan yang baik yakni untuk melindungi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dengan berbagai upaya yang harus dilakukan PTFI dalam meminimalisasi dampak sosial dan lingkungan kepada masyarakat dan memaksimalkan manfaat dari keberadaan perusahaan,” ujar Vice Press Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, kepada redaksi jubi.co.id, di Jayapura-Papua, Senin (17/08/2020). (*)

Editor: Dewi Wulandari

    Share on facebook
    Share on twitter
    Share on linkedin

    Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

    Baca Juga

    Berita dari Pasifik

    Instagram (jubicoid)

    Loading...
    ;

    Sign up for our Newsletter

    Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

    Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

    Trending today

    Foto

    Terkini

    Rekomendasi

    Follow Us

    Scroll to Top