Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Genjot okupansi hotel dengan penerapan protokol kesehatan

papua-hotel-mercure-jayapura
Petugas reseptionist Hotel Mercure Jayapura, Papua yang sedang melayani tamu - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Bisnis di sektor perhotelan selama pandemi virus korona di Kota Jayapura, Papua, nyaris keok. Pasalnya hingga pertenganhan Juli ini, tingkat hunian kamar atau okupansi belum juga stabil.

“Okupansi hotel berada di angka 10 sampai 15 persen. Bahkan ada yang di bawah 10 persen khususnya yang ada (hotel) di Kota Jayapura,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Papua, Syahril Hasan, saat ditemui Jubi di salah satu hotel di Kota Jayapura-Papua, Jumat (24/7/2020).

Menurut Syahril, akibat seretnya okupansi hotel membuat pengelola kewalahan, termasuk membayar biaya tetap saja sudah mengalami kesulitan.

Genjot okupansi hotel dengan penerapan protokol kesehatan 1 i Papua

“Sebelum (pandemi) Covid-19 okupansi perhotelan cukup bagus karena rata-rata tingkat hunian kamar bisa mencapai 80-85 persen. Hotel di Kota Jayapura ada 65, yang hotel bintang ada sembilan. Dengan adanya (pandemi) Covid-19 semua orang menjadi was-was sehingga menurun okupansinya,” ujar Syahril.

Syahril berharap pengelola hotel menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pengunjung, seperti tamu yang datang harus cek suhu tubuhnya, cuci tangan menggunakan sabun, dan kamar harus rutin didisinfeksi.

Selain itu, peralatan makan dan minum harus sekali pakai, menjaga jarak, mengurangi event berskala besar, termasuk kunjungan hotel hanya dibatasi sampai 50 persen dengan tujuan mencegah penularan korona.

“Semoga dengan penerapan new normal, apalagi bandara dan pelabuhan sudah dibuka kembali, maka ke depan pelan-pelan ekonomi tumbuh kembali, khususnya di bidang perhotelan okupansinya kembali baik,” ujar Syahril.

Loading...
;

General Manager Mercure Hotel Jayapura, T. Ben Alhaj, mengatakan okupansi hotel saat ini mulai merangkak naik seiring dilonggarkannya Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD).

“Sekarang sudah di angka 30 persen okupansinya. Kalau diawal-awal (pandemi) Covid-19 itu memang berat. Saya berharapa ekonomi mulai normal sehingga aktivitas di perhotelan kembali normal lagi agar kami bisa memenuhi hak dan kewajiban setiap karyawan. Kami tetap melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ujar Ben. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top