Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Guru mangkir, murid terlantar, bangunan SD Tagaepe-Ngguti mubazir

papua-SD-Tagaepe-Ngguti-Merauke
Bangunan SD Tagaepe, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke-Papua yang tak terurus baik – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Tagaepe, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke-Papua sangat memprihatinkan, lantaran tak terurus dengan baik. Dalam dua tahun terakhir, praktis tidak adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah itu. Para guru lebih banyak menghabiskan waktu di kota dengan alasan mengikuti kuliah untuk mendapatkan sertifikasi.

Dari pantauan Jubi, Senin (14/9/2020), di sekolah itu yang terlihat hanya rumput yang sudah tumbuh tinggi dan nyaris merayap hingga ke teras bangunan sekolah. Begitu juga daun pintu di setiap ruangan sudah terlepas dan ada beberapa yang sudah tidak ada.

Belum lagi sejumlah jendela kaca yang pecah. Kursi-kursi berserakan di setiap ruangan. Juga plafon bangunan rusak.

Guru mangkir, murid terlantar, bangunan SD Tagaepe-Ngguti mubazir 1 i Papua

Sekretaris Kampung Tagaepe, Sefnat Mahuze, mengatakan sejak 2014 silam, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut sudah tak berjalan. Memasuki 2015, baru ada enam guru yang mengikuti program 3T melaksanakan tugas dengan baik mendidik anak-anak.

Namun, lanjut Sefnat, pada 2017, masa kontrak mereka selesai dan harus pulang. Sejak itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut kembali tak berjalan. Padahal, ada lima guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) termasuk kepala sekolah, ditempatkan untuk mengajar di sekolah tersebut.

Baca juga: Partisipasi sekolah anak di Merauke terus menurun

Hanya sayangnya, menurut dia, mereka datang ketika ujian sekolah  dilangsungkan. Setelah itu pulang ke kota.

Loading...
;

“Alasan yang kami dapatkan kalau lima guru itu sedang melanjutkan sekolah mengikuti ujian sertifikasi,” ujarnya.

Sefnat juga mengungkapkan keherananya ketika guru hanya datang menyelenggarakan ujian. Sementara kegiatan belajar mengajar tak pernah dilangsungkan.

“Tidak tahu mereka mengaturnya. Karena sudah pasti anak-anak tidak bisa membaca dan menulis,” tegasnya.

Dia meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke-Papua, Tiasony Betaubun, memberikan tindakan tegas kepada kelima guru ASN itu, karena telah menelantarkan anak murid yang sebagian besar adalah anak-anak Papua.

Warga lainnya, Freddy Yolmen, juga mengakui jika kegiatan belajar mengajar di SD Tagaepe tak berjalan selama dua tahun terakhir. Guru hanya datang menyelenggarakan ujian dan setelah itu pulang ke kota.

“Kami sangat kecewa dengan sikap para guru ASN yang hanya makan gaji buta tanpa melaksanakan tugasnya di kampung,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top