Follow our news chanel

Previous
Next

Harga cabai rawit di Kota Jayapura masih mahal

papua-pasar-hamadi-pedagang-cabai
Seorang penjual komoditas pertanian di Pasar Hamadi saat melayani pembeli - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekitar satu bulan terakhir, cabai kecil atau cabai rawit di Kota Jayapura, Papua, bertahan di harga Rp100 ribu per kilogram. Sebelumnya, per kilogram cabai rawit dijual Rp60 ribu.

Seorang pedagang komoditas pertanian di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura-Papua, Andi, mengatakan kenaikan harga cabai dipengaruhi pasokannya yang kurang.

“Petani jarang mau antar ke pasar karena virus korona. Saya beli langsung di Koya dan Arso. Sekarang pasar sudah mulai ramai lagi, semoga harga lombok sudah turun sebab banyak pembeli yang tidak belanja kalau harga mahal,” ujar Andi, saat ditemui Jubi, Kamis (3/9/2020).

Terkait penjualan cabai kecil atau cabai rawit, dikatakan Andi, bila harga sedang mahal, dalam sehari dirinya hanya bisa menjual paling banyak 10 kilogram. Terlebih lagi pelanggannya seperti warung makan dan restoran hingga kini belum juga datang membeli.

“Kalau lagi murah saya bisa laku sampai 100 kilogram. Saya kurangi pengambilan supaya tidak rugi karena busuk. Harapan saya pasar kembali normal. Kalau sudah normal berarti banyak pembeli. Harga komoditas yang lain masih normal, belum ada yang naik,” ujar Andi.

Baca juga: Harga telur ayam di Kota Jayapura mulai turun

Pedagang komoditas pertanian lainnya, Imran, mengatakan harga cabai kecil masih bertahan Rp100 ribu per kilogram karena hasil petani kurang.

Loading...
;

“Belum tau kapan bisa turun. Saya ikut harga pasar saja. Kalau petani jual mahal, kami pedagang juga jual mahal. Kalau murah, kami juga jual murah. Semoga lombok kembali stabil diharga Rp40 ribu. Mungkin harga lombok mahal karena musim kemarau juga,” ujar Imran.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, memastikan ketersediaan dan harga komoditas pertanian tetap terjaga meski pandemi Covid-19 mashie belum mereda.

“Kami terus berupaya menjaga stok barang di pasar sehingga pembeli tidak berteriak barang kosong dan harganya mahal. Kami terus melakukan pemantauan sehingga harga jual lombok tidak naik signifikan. Pemantau kami lakukan mulai dari petani hingga pengepul agar tidak mempermainkan harga,” ujar Awi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura-Papua mulai menerapkan new normal pada 1 September 2020. Seluruh aktivitas termasuk proses belajar belajar di sekolah, akan diberlakukan kembali menuju normal seperti sebelum pandemi Covid-19. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top