Harga kopra di Kampung Iwol Rp 2.000 per kilogram

papua-kelapa-kopra-kampung-iwol
Kelapa yang telah dikupas dan siap untuk dicincang dan dijemur menjadi kopra – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Salah satu potensi andalan masyarakat di Kampung Iwol, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua adalah mengola kelapa menjadi kopra. Hanya saja, kondisi saat ini, harga kopra dinilai tak sesuai dengan kerja keras untuk membuat kopra, mulai dari mengupas,kmencincang, hingga menjemur kelapa hingga menjadi kopra. Kopra hanya diharga Rp 2.000 per kilogramnya.

“Memang potensi andalan masyarakat di sini adalah kelapa yang bisa diolah untuk mendapatkan uang, setelah dijual. Namun harganya tak sesuai,” ujar seorang warga Kampung Iwol, Samuel Mahuze, kepada Jubi, beberapa hari lalu.

Beberapa bulan lalu, lanjut dia, harga kopra masih Rp 4.000/kg. Tetapi  dalam dua minggu terakhir harga kopra turun menjadi Rp 2.000/kg, bahkan pernah hanya Rp 1.000/kg.

“Jadi harga kopra di sini tak menentu, sehingga sering menjadi keluhan masyarakat setempat,” katanya.

“Hampir semua warga di Kampung Iwol memiliki pohon kelapa. Sehingga kapan saja mereka mengambil yang sudah jatuh, sekaligus dikupas dan dicincang dan dijemur menjadi kopra,” ujarnya.

Baca juga: Akses transportasi di Distrik Kaptel sangat sulit

Biasanya, jelas dia, pada musim kemarau, warga sangat terbantu dan hanya menjemur di panas matahari selama tiga hari. Setelah itu, kopra dimasukan ke dalam karung lalu dijual.

Loading...
;

“Kadang setiap orang bisa menjual sampai 500 kg. Hanya nilai uang yang didapatkan sedikit, lantaran harga masih berkisar Rp 2.000/kg sampai sekarang,” ungkapnya.

Dia berharap adanya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Provinsi Papua dengan menstabilkan kembali harga kopra, sehingga masyarakat setempat termotivasi untuk  mengolah kelapa menjadi kopra.

Salah seorang ibu di Kampung Iwol, Maria (45), mengaku selain suaminya mengolah kelapa menjadi kopra, ia juga memproduksi minyak kelapa.

“Di sini ada yang siap membeli dan biasanya kami menjual Rp 8.000/botol. Kapan saja bisa memproduksi, karena kelapa sangat banyak,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top