Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Harga sejumlah komoditas pertanian di Kota Jayapura turun

papua-pasar-hamadi
Pedagang komoditas pertanian di Pasar Hamadi, Kota Jayapura-Papua saat melayani pembeli - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Harga komoditas pertanian di Kota Jayapura, Papua pekan ini bergerak turun. Cabai rawit yang tadinya dijual Rp120 per kilogram kini dijual Rp80 ribu. Cabai besar dari Rp100 ribu kini dijual Rp80 ribu. Cabai keriting dari Rp100 ribu kini dijual Rp70 ribu.

Buncis dari Rp20 ribu per kilogram kini dijual Rp5 ribu. Tomat harga jual sebelumnya Rp10 ribu per kilogram kini dijual Rp4 ribu. Kol dari Rp20 ribu kini dijual Rp8 ribu per kilogram. Bunga kol dari Rp25 ribu kini dijual Rp10 ribu per kilogram.

Meski sebagian bergerak turun, harga sejumlah komoditas pertanian masih stabil. Bawang merah masih dijual Rp40 ribu per kilogram, bawang putih Rp30 ribu per kilogram, wortel Rp20 ribu per kilogram, kentang Rp20 ribu per kilogram, jahe putih Rp35 ribu per kilogram, dan jahe merah Rp40 ribu per kilogram.

Harga sejumlah komoditas pertanian di Kota Jayapura turun 1 i Papua

“Stok banyak tapi pembeli sepi. Sudah empat hari ini susah penjualan. Banyak barang tinggal dibuang karena busuk. Modal tidak kembali. Mungkin karena korona ini,” ujar seorang pedagang komoditas pertanian di Pasar Hamadi, Kota Jayapura-Papua, La Iba, saat ditemui Jubi di lapaknya, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: https://jubi.co.id/pasar-hamadi-kembali-beroperasi/

Pedagang lainnya, Yanti, mengeluhkan hal yang sama. Meski sejumlah komoditas pertanian dipasarkan murah namun pembeli sepi. Padahal stok melimpah.

“Langganan saya kebanyakan warung makan, selama mereka tidak beroperasi, pembeli saya kurang. Biasanya kalau sudah jam 12 siang saya sudah laku antara Rp3 juta sampai Rp4 juta. Tapi sekarang Rp1 juta saja belum sampai karena pembeli sepi,” ujar Yanti.

Loading...
;

Yanti berharap penjualannya kembali stabil sehingga barang dagangannya tidak banyak yang dibuang.

“Saya beli dari petani di Arso dan Koya. Komoditas pertanian banyak karena sudah masuk musim hujan sehingga petani panennya bersamaan makanya di pasar banyak stoknya,” ujar Yanti. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top