Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

PMKRI Papua Barat: Hukuman bagi tujuh tapol Papua, barometer netralitas negara atasi rasisme

Tapol Papua
Tim penasihat hukum saat mengunjungi tujuh tahanan politik Papua di Kaltim - Jubi. Dok
| Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Ketua Komisariat Daerah Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indoensia (PMKRI) wilayah Papua Barat, Pilatus Lagowan, di Manokwari, mendesak Presiden RI, Joko Widodo, untuk mengintervensi tuntutan hukuman yang dinilai sangat diskriminatif bagi tujuh tahanan politik (tapol) Papua di Balikpapan, Kalimantan Timur. Menurutnya, putusan hukuman bagi tujuh tapol Papua, akan menjadi tolak ukur (barometer) kehadiran negara dalam menetralisir masalah rasisme di Indonesia.

Dikatakan Lagowan, tujuh tapol Papua tersebut adalah pejuang anti-rasisme untuk kaum pribumi Papua, sehingga negara seharusnya memberikan hukuman yang adil, tanpa diskriminasi melalui pasal pidana makar, yang penerapannya hanya akan membungkam ruang demokrasi setiap warga negar, tak hanya di Papua tapi di seluruh Nusantara.

“Mereka (tujuh tapol) adalah korban dari ujaran rasisme. Mereka berjuang di ruang demokrasi untuk menentang rasisme itu sendiri. Tapi mereka malah dilabeli dengan stigma menentang negara melalui pasal makar, sebagaimana dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum,” kata Lagowan kepada Jubi melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2020).

PMKRI Papua Barat: Hukuman bagi tujuh tapol Papua, barometer netralitas negara atasi rasisme 1 i Papua

Bara api rasisme Papua yang baru saja redup, kata Lagowan, jangan sampai kembali mengeluarkan asap. Jika kemudian negara tak adil dalam menyelesaikan dampak dari masalah rasisme 19 Agustus 2019 yang telah mengorbankan mahasiswa dan aktivis di luar hingga di Tanah Papua, maka tentu hal itu akan memperpanjang bara api yang tak pernah padam.

“Pada prinsipnya, kami anak-anak Papua yang lakukan aksi unjuk rasa pada Agustus hingga September 2019, adalah aksi dampak bukan aksi sebab. Dan kami adalah korban ujaran rasisme. Jadi penegak hukum harus lebih jeli untuk mempertimbangkan masalah awal. Karena para pihak yang bertindak sebagai pemicu masalah ini (ujaran rasial) mereka hanya jalani hukuman dengan hitungan bulan. Sementara, yang jadi korban justru dituntut dengan ancaman hukuman pidana lebih berat,” ungkap Lagowan.

https://jubi.co.id/papua-kunci-bebaskan-tapol-papua-kejagung/

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat (Kajati) Papua Barat, Yusuf, mengatakan Kejati Papua Barat telah mengeluarkan dua rencana tuntutan (rentut) untuk dua kasus di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Papua Barat yang berkaitan dengan unjuk rasa menentang rasisme.

Loading...
;

Satu di antaranya adalah kasus yang melibatkan terpidana Sayang Mandabayan, yang kini telah dinyatakan bebas demi hukum setelah jalani hukuman sembilan bulan penjara dipotong masa tahanan. Sedangkan satu kasus lainnya melibatkan terpidana tiga mahasiswa, Erik Aliknoe, Pende Mirin, dan Yunus Aliknoe yang juga diputus hukuman sembilan bulan penjara dipotong masa tahanan.

“Mereka itu sebagaian besar adalah pemuda dan mahasiswa, idealisnya sangat mudah dipengaruhi. Sehingga kita lihat unsur penyebab dari pokok perkaranya. Itu mereka teriak menentang ketidakbenaran rasisme. Beda perlakuan hukum jika ada niat dan tindakan untuk menggulingkan pemerintahan NKRI. Itu yang tak boleh dipertimbangkan,” ujar Yusuf, kepada wartawan di Manokwari, belum lama ini.

https://jubi.co.id/stigma-papua-merdeka-mematikan-isu-kemanusiaan-di-papua/

Diketahui, tujuh tapol Papua yang disidangkan di Kalimantan Timur adalah para mahasiswa dan aktivis yang ditangkap dan diadili pasca gelombang demonstrasi memprotes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Agustus 2019 lalu.

Ketujuh tapol tersebut adalah Wakil ketua II ULMWP Buchtar Tabuni, Ketua Umum KNPN Agus Kossay, Ketua KNPB Mimika Steven Itlay, Presma Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Alexander Gobay, serta Ferry Bom Kombo, Hengky Hilapok, dan Irwanus Uropmabin. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top