Follow our news chanel

Previous
Next

Industri pertanian yang topang Pasifik saat Covid-19 lumpuhkan pariwisata

Papua-pasifik-pangan lokal
Contoh makanan lokal dalam Forum Agribisnis Pasifik - RNZI/Supplied
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Mereia Volavola 

Sebagian besar negara di Kepulauan Pasifik telah berhasil menghindari konsekuensi kesehatan mematikan pandemi virus Corona.

Namun dengan menghentikan kedatangan pengunjung asing, virus itu membawa dampak yang besar bagi ekonomi Pasifik dan lapangan pekerjaannya, dimana sebagian besar warga bergantung pada pengeluaran turis asing di setiap negara untuk bisa bertahan hidup.

Pada bulan Mei, setiap destinasi di bumi telah menerapkan berbagai bentuk pembatasan perjalanan, menurut Organisasi Pariwisata Dunia (WTO) PBB, dan akibatnya, semua kegiatan pariwisata di Pasifik telah berhenti, menghilangkan sumber pemasukan bagi banyak masyarakat Pasifik. Di Vanuatu, 70% lapangan pekerjaan di sektor pariwisata diperkirakan telah hilang.

Di tengah-tengah krisis ini, kegiatan pertanian skala kecil telah menyediakan ketahanan yang penting bagi kawasan Pasifik. Penduduk di negara-negara Kepulauan Pasifik telah diberikan benih tanaman, dan didorong untuk memulai kebun di halaman belakang mereka sendiri agar bisa memenuhi kebutuhan pangan setiap keluarga. Sistem barter diterapkan di Fiji, sehingga masyarakat dapat terus menikmati berbagai jenis makan. Dan, konsekuensi yang tidak direncanakan dari penutupan perbatasan negara-negara adalah berkurangnya ketergantungan pada makanan impor jatuh, bahan makanan lokal yang segar menjadi lebih populer. Ini perkembangan yang baik untuk wilayah dimana jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung dilaporkan adalah beberapa dari yang paling tinggi sedunia.

Semua hal ini menunjukkan pentingnya investasi dalam bidang pertanian, dan bagaimana, ketika digabungkan dengan pariwisata, pertanian bisa menjadi mesin penggerak pembangunan yang kuat, mendukung petani, konsumen, dan pada saat yang bersamaan menjaga lingkungan hidup.

Selama beberapa dekade terakhir, pekerjaan di bidang pertanian telah ditelantarkan demi pekerjaan yang lebih trendi, lebih menguntungkan, di kota-kota, termasuk di antaranya di industri pariwisata. Namun, ketika pertanian dan pariwisata bekerja bersama-sama, lalu didorong oleh kebijakan-kebijakan ‘agrowisata’, produksi pertanian dalam negeri dapat ditingkatkan, impor pangan dapat dikurangi, lapangan pekerjaan dapat diciptakan, dan makanan bergizi tersedia untuk lebih banyak orang.

Loading...
;

Meskipun pariwisata merupakan bagian yang penting dari perekonomian negara di Pasifik – di Kepulauan Cook pariwisata mencapai 90% dari perekonomiannya – itu tidak otomatis berarti peluang ekonomi bagi petani-petani kecil juga meningkat. Contohnya, diperkirakan 60% makanan yang dikonsumsi oleh pengunjung di Vanuatu adalah makanan impor, yang lalu menyebabkan harga makanan naik dan melemahkan sistem pangan lokal.

Hari ini, berkat kerja keras dari pusat teknis pertanian Technical Centre for Agricultural and Rural Cooperation (CTA) dan mitra-mitra regionalnya, agrowisata telah menjadi bagian dalam agenda pengambilan kebijakan di Pasifik dan Karibia.

Setelah dua tahun melakukan lokakarya dan mengembangkan proyek agrowisata, empat negara di kawasan Pasifik sudah mulai mengimplementasikan peraturan yang mendukung sektor agrowisata; enam negara lainnya telah memperkenalkan kebijakan-kebijakan baru. Ini termasuk Fiji, yang mendominasi 40% dari industri pariwisata Pasifik dengan sekitar satu juta pengunjung setiap tahunnya.

Beberapa kebijakan ini, yang berfokus untuk membantu petani-petani menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan berkualitas sepanjang tahun, telah memperkuat upaya untuk membangun ketahanan pangan yang sangat diperlukan selang krisis terakhir ini. Tetapi dampak penuh dari pemaduan bidang pariwisata dan pertanian yang lebih baik, mengingat konteks saat ini, hanya akan terasa begitu perbatasan kembali dibuka.

Melalui proyek pengembangan agrowisata, dan melalui platform seperti Chefs4Dev dan Pekan Pertanian Pasifik, CTA telah membantu semua pemangku kepentingan dalam rantai pasok pangan untuk mempromosikan makanan lokal yang berkualitas tinggi dan memperluas peluang jangkauan pasar mereka.

Saat ini, kita harus mengalokasikan sumber daya yang ada pada sektor pertanian di Kepulauan Pasifik, bukan hanya untuk memungkinkan negara-negara untuk mendukung pasokan pangan negara mereka sendiri di saat pandemi, tetapi setelah pandemi mereda.

Ini harus melibatkan pemerintah-pemerintah yang mendukung usaha-usaha agrobisnis untuk mengembangkan model-model usaha baru pasca Covid-19, dan mendorong petani-petani untuk mengembangkan teknik pertanian baru dan meningkatkan produktivitas.

Dialog dan solidaritas akan menjadi bagian yang sangat penting. Inisiatif-Inisiatif lintas-regional seperti forum-forum agrobisnis, pertemuan regional yang mempromosikan kolaborasi antara petani dan usaha lokal, ini semua sangat penting untuk membahas masa depan pertanian, dan merumuskan solusi jangka panjang di Pasifik. Seperti yang dikatakan kepala International Civil Aviation, Dr. Fang Liu, baru-baru ini, pemulihan pasca Covid-19 kita hanya akan berhasil jika tetangga-tetangga kita juga sukses.

Dengan menguatnya sektor pertanian di Kepulauan Pasifik sekarang dan menerapkan kebijakan agrowisata secara meluas di kawasan ini, begitu krisis mereda dan pengunjung kembali, petani-petani dan restoran kita akan dapat menyambut mereka dengan sajian ota miti dan nama lokal.

Pariwisata masa depan harus memberikan pengunjung pengalaman lokal yang asli, menguntungkan petani-petani kecil, dan memungkinkan orang asing maupun masyarakat Kepulauan Pasifik untuk menikmati makanan lokal yang terjangkau, bergizi, dan berkualitas. (*)

Mereia Volavola adalah mantan CEO asosiasi Pacific Island Private Sector Organisation.
(RNZI) 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top