HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Ini kebobrokan IPDN di mata DPR

Papua
Siswa Praja Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN) Papua - Jubi/Doc

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jakarta, Jubi –  Komisi II DPR menyoroti sejumlah persoalan dalam pembinaan pendidikan para praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat. Hal itu diungkap dalam rapat kerja bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (13/7/2020) kemarin.

Baca juga : Intelektual Kamoro soroti rekrutmen calon praja IPDN di Mimika

BKD Papua minta MRP tak menerima pendaftaran calon praja IPDN

Pemda diminta siapkan peserta didik setahun sebelum tes IPDN

Anggota Komisi II DPR, Junimart Girsang misalnya, menyoroti fenomena oknum pengasuh di IPDN yang kerap meminta ‘setoran’ tertentu kepada para praja sebagai pelicin untuk mendapatkan sesuatu. Junimart menyebut praktik itu ia ketahui berdasarkan pengalaman sanak saudaranya yang kuliah di IPDN.

“Bagaimana pengasuh itu menekan para praja untuk mendapatkan sesuatu. Setoran-setoran para pengasuh minta uang memaksa,” kata Junimart.

Junimart menyatakan bila praja tak menyerahkan setoran, para pengasuh itu tak akan mempermudah urusan praja tersebut.  “Kalau tidak (kasih setoran) akan jadi gini, kalau tidak begini akan begitu,” kata Junimart menambahkan.

Loading...
;

Ia juga menyoroti budaya kekerasan, penyalahgunaan narkoba hingga aborsi di lingkungan IPDN yang disebutnya masih ditemukan. Menurut Girsang, praktik tersebut harus ditindak tegas agar para praja yang dididik sebagai calon birokrat memiliki integritas yang baik.

Anggota Komisi II lain, Sodik Mujahid menyoroti kemampuan intelektual mahasiswa IPDN yang hanya hanya unggul fisik motorik, namun tidak intelegensinya.

“Di kalangan mahasiswa, itu ada sebuah pendapat kalau lomba cerdas cermat dan diskusi kami yang menang. Kalau lomba olahraga IPDN yang menang,” kata Sodik.

Meneteri dalam negeri Tito Karnavian, menyatakan bakal memidanakan pihak-pihak yang melakukan tindak pelanggaran dalam lingkungan IPDN. “Yang aborsi, narkoba atau kekerasan, ada yang katanya setoran, kita akan zero tolerance.,” kata  Tito, yang berencana mengusut dan mempidanakan agar efek jera.

Adapun soal kemampuan intelektual praja, Tito berkata IPDN telah membekali para praja agar tak hanya memiliki kemampuan teknokratis, namun juga didik agar bisa berfikir secara akademis.

Meski demikian Tito menekankan bahwa unsur pendidikan di IPDN adalah menekankan militansi dan disiplin dari segala aspek kehidupan. “Mulai dari disiplin kesehatan, kerapian, dan kebersihan,” kata Tito. Menurut Tito, karakter itu memiliki pengaruh besar bagi lulusan IPDN ketika ditugaskan di daerah. “Mereka memiliki kemampuan umum dan kemampuan teknis di bidang administrasi pemerintahan,” katanya. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top