Jalur afirmasi PPDB Kota Jayapura sebesar 15 persen

Papua-Kadisdik dan Wawali Kota Jayapura
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo (kanan), saat berbincang dengan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, JubiPemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan kuota sebesar 15 persen untuk pendaftaran peserta didik baru atau PPDB tahun ajaran 2021/2022 jalur afirmasi atau nonzonasi.

“Jumlahnya tergantung pada jumlah sekolah masing-masing. Misalnya, yang diterima sebanyak 300 peserta didik maka 15 persen dari situ (jalur afirmasi),” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo, di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Selasa (29/6/2021).

Dikatakan Pasolo, jalur afirmasi atau jalur yang disediakan bagi siswa-siswi yang menerima program keluarga tidak mampu setiap tahun disiapkan dengan tujuan agar membantu keluarga tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya.

“Jalur afirmasi ini disediakan untuk calon peserta didik baru baik SD dan SMP. Saya tidak terlalu hafal mulai kapan dilakukan pendaftaran dan berapa jumlah siswa yang akan diterima tahun ini tapi kami sudah keluarga SK penerimaan siswa baru,” ujar Pasolo.

Pasolo menjelaskan ketentuan jalur afirmasi kuota yang disediakan sebanyak 15 persen dari daya tampung sekolah, yaitu diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi sekolah.

Selain itu, calon peserta didik baru berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu wajib menyertakan bukti keiukutsertaan calon peserta didik baru dalam Program Keluarga Harapan atau PKH.

“Sekolah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial wajib melakukan verifikasi data dan lapangan serta mengeluarkan calon peserta didik baru dari sekolah walaupun sudah diterima jika terbukti memalsukan dokumen,” ujar Pasolo.

Loading...
;

Pasolo menambahkan untuk mekanisme pendaftaran masuk ke situs PPDB Kota Jayapura dengan menggunakan nomor kartu PKH. Kemudian mengunggah kartu PKH, akta kelahiran atau surat keterangan lahir, rata-rata nilai rapor sementer I sampai dengan sementer V pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

“Setelah mengunggah semua dokumen yang diperlukan, lalu mengunduh bukti pendaftaran. Saya berharap calon peserta didik baru ini adalah anak-anak berprestasi yang membanggakan orangtuanya masing-masing,” ujar Pasolo.

Baca juga: Penerimaan siswa SMA di Jayapura, Papua dilakukan empat jalur

Baca juga: SMP swasta di Jayapura, Papua terima siswa baru pakai tes membaca dan menulis

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, berharap agar penerimaan calon peserta didik baru khususnya melalui jalur afirmasi dilakukan pengawasan oleh pihak dinas sekolah agar tepat sasaran.

“Supaya tidak merugikan keluarga yang seharusnya mendapatkan kuota afirmasi tapi diambil oleh keluarga mampu dengan memalsukan dokumen. Saya berharap ini tidak terjadi di Kota Jayapura,” ujar Rustan.

Rustan menambahkan agar dalam penerimaan siswa baru dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (bila penerimaan dilakukan di sekolah) agar tidak menyebabkan klaster baru penularan virus korona.

“Mari tetap patuhi protokol kesehatan dimanapun kita berada agar kita semua selama tidak terpapar Covid-19. Tetap pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan jauhi kerumunan,” ujar Rustan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top