HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Warga Jayapura diimbau tidak terlena status new normal

papua-new-normal
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dan Wakapolresta Jayapura saat diwawancara - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura terus melakukan langkah-langkah percepatan menuju new normal atau adaptasi kebiasaan baru, di antaranya gencar melakukan rapid test dan memperbolehkan aktivitas jasa dan perdagangan beroperasi.

Di sisi lain, kasus positif Covid-19 juga terus menujukkan penambahan setiap harinya. Kota Jayapura menjadi daerah pertama di Papua yang jumlah kasus positif Covid-19 mencapai angka 1.000. Data 2 Juli 2020 sudah mencapai 1.051 kasus.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan dengan tingginya jumlah kasus tersebut, pihaknya mengimbau warga agar tidak terlena dengan status new normal yang memperbolehkan warga kembali melakukan aktivitas di luar rumah.

“Masih ada warga kita yang positif Covid-19 dan masih bisa menularkan virus kepada orang lain. Data kami yang sekarang ini di bulan Juli, satu orang bisa menularkan dua sampai tiga orang,” ujar Rustan Saru, di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (3/7/2020).

Menurut Rustan Saru, memasuki adaptasi kebiasaan baru maka kewaspadaan terhadap risiko penularan virus korona harus tetap dimiliki. Ada beberapa tempat yang dinilai menjadi klaster baru penyebaran virus korona, yaitu pasar tradisional, supermarket, ruang publik, dan tempat ibadah.

“Jangan sampai ini (new normal) membuat kita terlena karena tidak dikontrol sehingga ditakutkan muncul fase kedua penyebaran virus korona. Masyarakat tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Banyak warga terinfeksi korona karena rendahnya kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar Rustan.

Ketua Takmir Masjid Al Askar Bucend II Entrop, Wawan, mengatakan sudah melaksanakan protokol kesehatan seperti mengimbau warga membawa sajadah sendiri, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak selama berada di dalam masjid.

Loading...
;

“Kalau boleh di setiap masjid disiapkan petugas keamanan karena kalau kami sendiri yang lakukan belum tentu warga paham. Kalau dari aparat kepolisian pasti ada payung hukumnya untuk melakukan penindakan,” ujar Wawan.

Wawan menambahkan agar setiap jemaah yang datang salat di masjid Al Askar Bucend II Entrop supaya tetap mengedepankan protokol kesehatan sehingga memutus penyebaran virus korona. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top