HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Jual pasir eceran untuk penuhi kebutuhan ekonomi

papua-penjual-pasir-eceran
Seorang warga saat bekerja memisahkan antara pasir halus dan kerikil - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Banyak potensi ekonomi yang bisa dikelola bila ada kemauan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di antaranya menjual pasir eceran atau dalam kemasan karung ukuran 25 kilogram.

Seorang warga yang menangkap peluang usaha ini adalah Faradila Hanasbey. Usaha jualan pasir eceran yang sudah digeluti sejak tahun 2000 ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, bahkan bisa menabung untuk keperluan mendesak.

“Lumayan hasilnya untuk uang makan sehari-hari, kebutuhan uang buat jajan anak, dan lain-lain,” ujar Hanasbey, yang saat ditemui Jubi sedang berteduh usai memasukkan pasir dalam karung, di Jalan Baru Pasar Youtefa, Kota Jayapura-Papua, Senin (13/7/2020).

Perempuan anak satu ini tak menghiraukan panasnya terik sinar matahari, yang terpenting baginya adalah bekerja yang menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Yang penting halal, asal ada kemauan bisa pasti bisa menghasilkan uang. Intinya jangan malu, tetap rajin dan selalu berdoa kepada Tuhan supaya dikasih rezeki yang melimpah,” ujar Hanasbey.

Lebih jauh, Hanasbey mengatakan pasir eceran yang dijualnya dibeli di Sentani, Kabupaten Jayapura-Papua. Sekali pengambilan satu truk seharga Rp900 ribu.

“Satu karung saya jual dari harga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu. Sudah ditapis (memisahkan pasir halus, kasar, dan koral). Satu hari bisa laku 10 karung. Satu truk paling banyak 100 karung (karung 25 kilogram),” ujarnya.

Loading...
;

Dikatakan Hanasbey, kebanyakan pelanggannya membeli pasir eceran miliknya untuk membuat kuburan dan pot bunga.

“Kalau mau beli banyak, ada potongan harga. Misalnya pasir eceran yang harga Rp25 ribu, kalau ambil banyak per karung dijual Rp20 ribu,” ujar Hanasbey.

Penjual pasir eceran lainnya, Yospin Wenda, mengatakan pasir yang dijualnya diambil dari kali sisa pembuangan.

“Saya keringkan dulu, setelah saya tapis untuk pisahkan antara pasir halus, kasar, dan koral. Setelah itu saya isi ke dalam karung ukuran 25 kilogram. Saya jual Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” ujar Wenda.

Wenda menambahkan asal ada kemauan dan melakukannya dengan sepenuh hati, pasti ada jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus berpangku tangan atau meminta-minta orang lain.

“Selama masih diberikan kesehatan harus rajin kerja. Uangnya hasil jualan pasir saya pakai buat makan, kalau ada sisa saya tabung. Lumayan satu hari saya bisa laku lima karung,” ujar Wenda. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top