Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Jualan di emperan toko demi buah hati

Papua
Ani Emsen saat duduk menjaga jualannya di pinggiran jalan raya - Jubi/Yance Wenda
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Ani Emsen (38) harus bekerja keras dan berperan ganda, sejak suaminya meninggal beberapa tahun lalu dan meninggalkan tiga anak. Demi tiga buah hatinya, perempuan asal Biak, Papua ini berjualan bensin eceran dan pinang di emperan toko.

Ia mulai menekuni pekerjaan ini sudah cukup lama. Namun berjualan di emperan toko di seputaran pertigaan jalan Doyo Lama dan Gunung Merah, Kabupaten Jayapura, Papua baru dilakoninya sejak Januari lalu.

“Sebelum ada Covid-19 itu jualan dimana saja jadi. Dalam sehari itu saya bisa dapat hasilnya lumayan. Kadang bisa dapat Rp500 ribu, itu paling tinggi, kalau bisa lebih juga syukur-syukur,” jelas Ani, ketika ditemui Jubi, Selasa (16/6/2020).

Jualan di emperan toko demi buah hati 1 i Papua

Perempuan asal Biak ini tidak menghiraukan debu jalan, uang penting ia bisa mendapatkan hasil dari jualannya.

“Yang saya jualan itu Premium, Pertalite Rp10 ribu per botol. Pinang itu ada yang Rp10 ribu, Rp20 ribu, dan pinang ojek dan juga masker Rp10 ribuan,” katanya.

Saat pandemi Covid-19 dan Pemerintah Kabupaten Jaya, Papua mulai memberlakukan pembatasan waktu beraktivitas, Ani pun harus mengikuti aturan itu, dan dampaknya penghasilannya menurun drastis.

“Awal beraktivitas sampai jam dua itu pendapatan menurun. Saya jualan dalam sehari hanya dapat Rp200 ribu, tidak seperti sebelumnya,” jelasnya.

Loading...
;

Meski ada rasa takut harus beraktivitas di tengah pandemi Covid-19, Ani harus menepisnya. Ia tetap mengadu nasib demi anak-anaknya.

“Saya berjualan hanya untuk makan dan kebutuhan di rumah serta jajan anak-anak. Dari hasil jualan ini juga anak saya yang pertama sudah kerja, yang kedua masuk kuliah tahun ini, dan yang bungsu dia masih SMP,” kata Emsen.

https://jubi.co.id/pengunjung-mall-jayapura-turun-drastis-pengelola-harap-pandemi-segera-berakhir-1/

Dengan akan diberlakukan new normal atau adaptasi hidup baru, Ani mengaku masih tetap sama dan tidak ada perubahan dalam berjualan.

“Pembeli juga sepi dan pendapatan tidak ada perubahan. Bagaimanapun saya tetap duduk berjualan saja dari pagi jam 7 sampai jam 5 sore,” katanya.

Ani berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu dan kehidupan akan kembali normal seperti sebelumnya.

“Yang penting kami ikuti anjuran pemerintah dalam beraktivitas dan saya juga berharap virus ini cepat hilang supaya semua beraktivitas seperti semula,” harapnya.

Hal lain disampaikan Okko penjual buah keliling, yang sedang menjajakan dagangannya di pertigaan jalan Doyo Lama dan Gunung Merah, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Saya sebelumnya usaha rental mobil pick-up tapi karena Covid-19 saya beralih usaha jualan buah-buah dengan mobil pick-up saya,” ungkapnya.

Menurutnya dengan usaha yang baru ia tekuni ini membuat ia bekerja lebih keras dibanding sebelumnya.

“Pendapatan sudah tidak bagus jadi ya mau tidak mau harus berusaha keras, untuk makan, kebutuhan lain, dan juga bayar kos,” jelas Okko. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top