Follow our news chanel

Kakao dan sagu jadi program unggulan di Keerom

Papua
Ilustrasi penanaman pohon sagu di Kampung Harapan, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua beberapa waktu lalu - Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, Papua memiliki sejumlah program prioritas di antaranya pengembangan kakao dan sagu.

Kepala Dinas Pertanian Keerom, Sunar mengatakan salah satu produk unggulan dari wilayah itu adalah kakao.

Pernyataan itu dikatakan Sunar dalam diskusi dengan masyarakat adat, Yayasan Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat atau KIPRa Papua, DPRD Keerom dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah setempat di Keerom, beberapa hari lalu.

“Kakao dari Keerom salah satu yang diakui di Papua,” kata Sunar.

Menurutnya, produksi kakao di Keerom sempat menurun drastis beberapa waktu lalu. Akan tetapi kini mulai kembali meningkat dan mengisi ekspor kakao dari Papua.

“Kami juga punya program tanaman sagu. Akan tetapi ini butuh sumber daya manusia memadai karena menanam sagu bukan hal gampang,” ujarnya.

Katanya, tepung sagu dapat dijadikan makanan pokok dan diolah menjadi berbagai jenis produk makanan.

Loading...
;

“Kita bisa bersinergi dengan Disperindag mengelola tanaman sagu ini. Tugas Dinas Pertanian adalah meningkatkan produksi pertanian, perkebunan dan peternakan. Untuk pemasaran ada di instansi terkait,” ujarnya.

Ia mengakui dalam melaksanakan program di lapangan tak jarang Dinas Pertanian setempat menemui berbagai kendala. Salah satunya, sulit mengubah kebiasaan bercocok tanam masyarakat untuk tanaman tertentu.

“Mengubah perilaku kebiasaan warga memang tidak mudah. Misalnya dibidang perkebunan. Kami mohon dukungan masyarakat. Konsep yang akan kami lakukan, mencari tenaga pendukung di setiap kampung untuk mengetahui kebiasaan bercocok tanam masyarakat setempat,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan KIPRa Papua, Irianto Jacobus mengatakan mengubah pola pikir masyarakat dalam hal bercocok tanam memang butuh proses.

Katanya, mesti selalu ada yang mendampingi masyarakat. Tidak hanya sebagai teman diskusi, juga memberikan edukasi, agar mereka bisa melihat setiap peluang yang ada.

“Kita harap kerjasama dengan berbagai OPD memberi pendampingan kepada masyarakat. Apalagi jika berkaitan dengan hal teknis. Misalnya ketika butuh bibit. Salah satu yang potensi dikembangkan adalah sereh wangi,” kata Irianto. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top