Follow our news chanel

Kasus laka lantas di Ardipura, keluarga korban dan pelaku sepakat berdamai

papua-perdamaian-kel-dabi-dan-batfeny

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang menewaskan Bripka Christin Meisye Batfeny (36) pada Rabu (16/09/2020) di Jalan Raya Bambu Kuning, Ardipura, Kota Jayapura, Provinsi Papua berujung perdamaian. Keluarga korban dan pelaku telah ditandatangi sejumlah kesepakatan bersama.

Dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangi oleh Erdi Dabi (Wakil Bupati Yalimo) sebagai pihak pertama dan Rivai Mubarak (suami korban) per 13 Oktober 2020 tertulis, kedua belah pihak menyadari kasus kecelakaan itu merupakan musibah dan tidak ada unsur kesengajaan dari pihak manapun. Selain itu, pihak pertama juga bersedia memberikan bantuan santunan kepada pihak keluarga korban, terutama tiga anak korban yang masih kecil.

“Kami atas nama keluarga pelaku, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Ketiga anak almarhumah akan menjadi anak angkat kami. Kami siap bertanggung jawab bagi masa depan mereka, mulai biaya pendidikan dan kesehatan. Kami juga berterima kasih kepada keluarga yang telah menerima permohonan maaf dan niat baik kami,” kata istri Erdi Dabi, Yanti Enembe, kepada wartawan di Jayapura, kemarin.

Menurut Yanti, poin lain dalam surat pernyataan yang disepakati bersama ialah pihaknya juga bersedia memberikan santunan sebagai biaya ganti rugi material dan pemulihan psikologis bagi keluarga korban. Oleh karena itu, keluarga besar Erdi Dabi akan terus menjalin hubungan silahturahmi dengan keluarga korban karena kedua belah pihak sudah menjadi satu keluarga.

“Terima kasih sekali lagi kepada keluarga korban. Kami hormati proses hukum yang berjalan. Dan kami mohon kasus ini dilihat semata-mata dari aspek hukum, tidak dikaitkan dengan politik di Yalimo yang sedang berjalan,” ujarnya.

Baca juga: Diduga dipengaruhi minol, Wabup Yalimo tabrak anggota polisi

Ucapan permohonan maaf juga disampaikan Kepala Kampung Hulikma, Yosep Mabel. Dirinya berharap dengan adanya kesepakatan damai, tidak ada lagi istilah pelaku maupun korban.

Loading...
;

“Sekali lagi mewakili seluruh keluarga besar Kampung Hulikma, kami mohon maaf atas kejadian dan terima kasih kepada keluarga korban yang mau menerima permohonan maaf kami,” kata Mabel.

Sementara itu, Romi Batfeny, perwakilan keluarga almarhumah Bripka Christin, menyampaikan apresiasi atas niat dan kehendak baik keluarga Erdi Dabi yang sejak kejadian bertanggung jawab terhadap keluarga almarhumah.

“Kami terima permohonan maaf dari keluarga (Erdi Dabi—Red.). Saya tidak ingin lagi menyebut lagi pelaku dan korban, karena kami sudah satu keluarga. Atas nama keluarga Batfeny di Biak dan keluarga Rifai, kami ingin urus kasus ini secara kekeluargaan. Tentunya dengan tetap menghormati proses hukum yang berlaku,” kata Romi.

Hal senada disampaikan perwakilan keluarga almarhumah yang lain, H. Amran, yang menyampaikan keluarga sudah ikhlas menerima kejadian ini sebagai takdir, sekalipun awalnya berat, sebab almarhumah meninggalkan tiga anak yang masih kecil.

“Tetapi karena ini adalah takdir yang harus diterima, kami keluarga ikhlas menerimanya. Kami juga apresiasi niat baik keluarga Bapak Erdi Dabi yang sudah meminta maaf dan bersedia bertanggung jawab atas kehidupan anak-anak. Karena itu kami sudah menjadi satu keluarga dan akan terus menjalin silahturami ini dengan penuh kasih,” tutupnya.

Proses hukum tetap berlanjut 

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw, mengatakan memang dari keluarga pelaku (Erdi Dabi) sedang melakukan komunikasi dengan pihak korban, hanya belum menerima laporan resmi dari Kapolresta Jayapura terkait perkara tersebut.

“Prinsip pada kami itu adalah hal normatif yang mana setiap orang yang melakukan perbuatan seperti itu (mengalami kecelakaan atau mendapat kecelakaan) ada aturan yang berlaku secara umum,”.

“Kalau nanti ada komunikasi antar pihak keluarga pelaku dengan korban, biasanya dalam tuntutan hanya meringankan. Tapi memang kasus ini menjadi menarik karena pelaku adalah salah satu kandidat dalam pilkada bupati dan juga memiliki hak mengikuti proses pilkada, sehingga ini menjadi bahan pertimbangan buat kami,” kata Waterpauw.

Untuk itu, ujar ia, soal ini akan dibincangkan lebih lanjut.

“Bagi kami ini bukan delik aduan dan permasalahannya jelas dan diproses sesuai jalur. Tapi kalau keluarga korban sudah bisa menerima ini akan menjadi bagian lain untuk menjadi pertimbangan kami guna melakukan proses lebih lanjut terhadap pelaku,” ujarnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top