Follow our news chanel

Previous
Next

Keluarga Pdt Yeremia Zanambani tanda-tangani BAP pukul 2 dini hari

papua-pendeta-yeremias-zanambani
Almarhum Pendeta Yeremias Zanambani – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Keluarga Pendeta (Pdt) Yeremia Zanambani telah menandatangani berita acara pemeriksaan [BAP] dari kapolisian di Intan Jaya, Senin [12/10/2020] dini hari.

“Kami sudah tandatangan tadi malam. Jam 2 [dini hari] lebih mereka tandatangan, sekitar jam 3 [dini hari] baru pulang,” kata Bernad Kobogau, kerabat keluarga Pdt Yeremia Zanambani yang dihubungi Jubi dari Jayapura, Papua, Senin (12/10/2020) pagi.

Bernard menjelaskan penandatangan BAP dilakukan dalam pertemuan antara pihak keluarga korban dan tim terpadu pencari fakta yang diketuai Menteri Politik, Hukum, dan HAM, Mahfud MD, yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya, Provinsi Papua.

Sebelumnya, keluarga sang pendeta menolak menandatangani BAP yang pernah dilakukan pada September lalu dengan alasan terjadi sedikit perubahan dalam BAP tersebut. Pihak keluarga menyatakan akan memenuhi permintaan aparat kepolisian tersebut apabila telah mendapat pendamping hukum.

Kendati demikian, kata Bernard, empat saksi termasuk istri sang pendeta mau menandatangani BAP tersebut karena dijanjikan masalah tersebut akan dilaporkan langsung kepada Presiden Joko Widodo dan memproses oknum anggota TNI yang diduga menembak dan menikam Pdt. Yeremia Zanambani pada 19 September 2020 lalu.

“Yang kita khawatir itu, [saat pembuatan BAP] pertama dulu, ada (anggota) Reserse dari Polda Papua yang ganti pasal [dalam BAP], jadi kita tidak percaya dan tidak mau tandatangan lagi. Tapi, yang kemarin kita tidak persoalkan, [kita dengar] murni kata-kata dari mama-mama jadi kita minta mama dan bapa dong tandatangan,” ujar Bernard.

Baca juga: LBH Papua tak yakin kasus penembakan pendeta di Intan Jaya tuntas

Loading...
;

Baca juga: Diduga Oknum TNI tembak mati seorang pendeta di Intan Jaya

Sementara itu, Rode Zanambani, putri keempat sang pendeta, mengatakan hal lain yang mendorong keluarganya mendantangani BAP tersebut berdasarkan keterangan tim terpadu adalah karena pihaknya berharap agar laporan yang akan dilaporkan langsung kepada Presiden Joko Widodo akan memenuhi permintaan dan permohonan pihak keluarga.

“Mereka [tim pencari fakta] sampaikan bahwa laporan mereka kepada Presiden karena tim mereka dibentuk dan diutus langsung oleh Presiden. Jadi, kalau bawa BAP tanpa ditandatangani mereka akan ditegur sama Presiden. Jadi [kami] harus ditandatangani supaya mereka juga bisa lapor kepada Presiden,” kata Rode.

Permintaan dan permohonan dari keluarga korban adalah mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Pdt. Yeremia Zanambani berdasarkan keterangan saksi yang telah disampaikan di dalam BAP.

“Nama [terduga] pelaku sudah disebut jelas. Kami minta ada proses hukum terhadap anggota TNI tersebut,” harap keluarga, katanya.

Dijelaskan Rode, pihak keluarga korban mendengarkan setiap kalimat yang dibacakan dalam BAP dan kemudian menandatangani setiap lembar berita acara perkara tersebut.

“BAP yang dibuat oleh polisi itu di-print dan diserahkan ke keluarga. Ada kata-kata yang salah itu kami perbaiki. Keluarga minta harus print tiga rangkap dan keluarga juga harus punya satu,” katanya. [*]

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top