HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Kembali dibuka, pedagang Pasar Youtefa diminta patuhi protokol kesehatan

papua-pasar-youtefa
Suasana Pasar Youtefa di Kota Jayapura Papua yang masih terlihat lengang saat kembali dibuka setelah tiga hari ditutup karena ratusan pedagang di pasar tersebut reaktif hasil rapid test-nya - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua, kembali dibuka, setelah tiga hari ditutup untuk dilakukan penyemprotan disinfektan dan pembersihan sampah.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura-Papua, Robert L.N Awi, meminta masyarakat terutama pedagang agar mengedepankan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus korona.

Selain itu, pedagang diminta beradaptasi dengan perlakukan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona, karena berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura hingga Senin (29/6/2020) warga yang terinfeksi virus korona ada 851 orang.

Kembali dibuka, pedagang Pasar Youtefa diminta patuhi protokol kesehatan 1 i Papua

“Tetap menjaga jarak, memakai masker, memakai hand sanitizer, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga kebersihan lingkungan tempat berjualan,” ujar Awi di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (30/6/2020).

Menurut Awi, penyebaran virus korona masih terus terjadi. Terlebih lagi saat ini khususnya di Pasar Youtefa merupakan salah satu klaster penyebaran dari aktivitas pasar menjadi kasus terbanyak, yang angkanya mencapai 20,22 persen bila dibandingkan pasar tradisional lainnya yang berkisar 13 sampai 15 persen.

“Hanya pedagang yang sudah melakukan rapid test yang boleh berjualan di Pasar Youtefa. Kami bagikan kartu kepada pedagang. Bagi pedagang yang non-reaktif kami berikan kartu hijau, kalau pedagang yang reaktif kami berikan kartu warna kuning. Setiap kali berjualan kartunya harus dipakai (hijau),” ujar Awi.

Awi menambahkan bagi pedagang yang dinyatakan reaktif agar mengisolasikan diri rumah sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, apakah hasilnya negatif atau positif.

Loading...
;

“Saya minta kerja samanya bagi pedagang yang reaktif untuk sementara tidak melakukan aktivitas jual beli di pasar karena dapat membahayakan warga lainnya. Kalau kedapatan tetap jualan kami suruh tutup jualannya dan keluar dari pasar,” ujar Awi.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 yang juga Wakil Wali Kota Jayapura-Papua, Rustan Saru, mengatakan supaya dilakukan penjagaan secara ketat sehingga virus korona tidak menyebar luas baik di pedagang maupun pembeli.

“Ini demi kesehatan kita semua. Saya minta pedagang patuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Saya berharap kita bisa beraktivitas dengan normal sehingga aktivitas perekonomian khususnya di pasar normal lagi. Kalau pedagang tidak mematuhi imbauan pemerintah, maka kami tidak segan-segan menutup lagi pasar,” ujar Rustan.

Pantauan Jubi, setelah pasar kembali dibuka aktivitas pasar tampak lengang. Pedagang dan pembeli tidak saling bersedak-desakan. Sebagian lapak pedagang juga masih tutup.

Sebagai informasi, penutupan pasar di Distrik Abepura itu dilakukan seiring banyaknya pedagang yang reaktif saat dilakukan rapid test atau test cepat selama tiga hari. Data Pokja penanganan Covid-19 Kota Jayapura, dari 1.948 pedagang kios, los, dan pelataran, ditemukan 364 pedagang yang reaktif. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa