Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-sweeping-prokes-kota-jayapura
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat melakukan sweeping masker di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah

Kesadaran masyarakat penting untuk memutus penyebaran korona

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura mengingatkan warga agar taat dan sadar bahaya penyebaran korona, sebab sudah banyak korban akibat virus yang menyerang saluran pernapasan ini.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, mulai 17 Maret hingga 1 Oktober 2020, warga yang terpapar korona di Kota Jayapura, Provinsi Papua sudah mencapai 3.184 orang. Seluruh Papua terkonfirmasi sebanyak 6.397 orang.

“Jangan main-main dengan virus ini karena bisa membawa kematian. Kesadaran masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (2/10/2020).

Menurut Rustan, Pemerintah dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura sudah melakukan berbagai upaya dalam penanganan pandemi Covid-19, mulai dari pembagian masker secara gratis, sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan kepada warga, hingga memberikan sanksi bagi yang melanggar.

“Jadi, upaya kami ini harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat, dengan begitu kita baru bisa memutus penyebaran virus korona. Minimal dari keluarga dulu yang kita ingatkan tentang protokol kesehatan,” ujar Rustan.

Baca juga: Ini paparan BPK Papua masalah penanganan Covid-19 di Kota Jayapura

Rustan menambahkan protokol kesehatan itu di antaranya memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan selalu menyediakan hand sanitizer.

Loading...
;

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay, George Awi, mengaku warga yang terinfeksi korona terus bertambah karena lemahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Banyak yang mati lebih baik lagi, lebih bagus supaya penyakit cepat pergi karena kesadaran masyarakat rendah. Masyarakat perlu diberikan kesadaran dengan penegakan hukum. Harus dipertegas lagi supaya masyarakat sadar,” ujar Awi.

Awi menambahkan Pemerintah Kota Jayapura tak perlu repot-repot mengeluarkan biaya untuk menyembuhkan warga yang positif Covid-19 karena imbauan pemerintah tidak didengarkan, seperti saat diminta memakai masker, menjaga jarak, serta mengurangiaktivitas di luar rumah tidak diindahkan oleh warga.

“Sedangkan yang sakit (pasien Covid-19) berobat bayar sendiri. Apa yang saya sampaikan ini demi memberikan kesadaran masyarakat supaya kita bisa kembali pada kehidupan normal tanpa ada gangguan virus korona,” ujar Awi. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top