Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Papua-KM Tidar
KM Tidar yang dijadikan tempat isolasi terapung terpusat bagi warga di Kota Jayapura yang terpapar Covid-19 - Jubi/Ramah

KM Tidar bawa manfaat bagi kesembuhan pasien Covid-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan KM Tidar sebagai tempat isolasi terpusat terapung membawa manfaat besar terhadap tingkat kesembuhan pasien Covid-19.

“Ada yang satu hari sembuh 5 orang, ada yang sembuh 7 orang. Ini kabar baik,” ujar Rustan di @Home Hotel Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Rabu (8/9/2021).

Dikatakan Rustan, sejak KM Tidar diresmikan pengoperasiannya sebagai tempat isolasi terpusat terapung pada Senin (23/8/2021) dan ditempatkan di Pelabuhan Jayapura, sebanyak 37 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

“Sekarang sisa 14 orang yang dirawat. KM Tidar menjadi tempat isolasi yang cukup strategis terutama mempercepat tingkat kesembuhan pasien Covid-19, karena mereka kami rawat dengan baik seperti pelayanan kesehatan, makan, ibadah, olahraga, dan hiburan,” ujar Rustan.

Rustan menambahkan penggunaan KM Tidar sebagai tempat isolasi terpusat terapung di ibukota Provinsi Papua ini, hingga pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 di Papua selesai.

“Kami tidak mengeluarkan biaya atau gratis penggunaan KM Tidar untuk merawat pasien Covid-19,” ujar Rustan.

Baca juga: Wali Kota Jayapura minta warga isoman bersedia pindah ke KM Tidar

Loading...
;

Baca juga: Fasilitas dan pelayanan di KM Tidar untuk percepat kesembuhan pasien

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan pelayanan terbaik diberikan kepada pasien Covid-19 sehingga banyak yang sembuh dalam waktu relatif cepat.

“Pemeriksaan dokter setiap hari, pemeriksaan PCR, dan berjemur. Tim kesehatan yang bertugas di KM Tidar, yaitu satu dokter spesialis paru, satu dokter spesialis anak, tiga dokter umum, enam tenaga medis, tiga analis, tiga pengendalian pencegahan infeksi, tiga administrator, tiga farmasi, dan satu orang ahli gizi,” ujar Antari. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top