Komisi V DPR RI tinjau program padat karya pemeliharaan Bandara Wamena

Padat karya Papua
Anggota Komisi V DPR RI bersama rombongan Kementerian Perhubungan meninjau program padat karya di UPBU Wamena, Sabtu (22/8/2020). -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Rombongan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI bersama Kementerian Perhubungan pada Sabtu (22/8/2020) mengunjungi Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua. Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau pelaksanaan program padat karya yang dilakukan Unit Penyelenggara Bandar Udara atau UPBU Kelas I Wamena.

Anggota Komisi V DPR RI, Willem Wandik mengatakan program padat karya itu merupakan instruksi Presiden Joko Widodo. Program itu bagian dari upaya pemerintah menjaga kestabilan perekonomian masyarakat pada masa pandemi Covid-19, dengan melibatkan masyarakat lokal dalam setiap pekerjaan yang dibutuhkan.

“Sebagai anggota parlemen pusat dari Daerah Pemilihan Papua, kami terus mendukung program pemerintah pusat dalam rangka menjaga kestabilan daya beli masyarakat. Seperti melalui program padat karya ini, supaya benar-benar terealisasi kepada masyarakat,” kata Willem Wandik di Wamena, Sabtu.

Baca juga: Dua kelompok yang bertikai di Jayawijaya bersepakat damai

Ia menjelaskan, program padat karya itu tidak hanya diterapkan dalam proyek Kementerian Perhubungan saja. Program serupa juga diterapkan dalam pelaksanaan proyek sejumlah mitra Komisi V DPR RI, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Wandik menyatakan dalam setiap Rapat Dengar Pendapat bersama mitranya, Komisi V selalu menyuarakan pentingnya sinergitas bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan program padat karya. Program padat karya UPBU Kelas I Wamena melibatkan Kementerian Perhubungan maupun balai Kementerian PUPR.

“Program padat karya ini melibatkan semua stakeholder, supaya bisa mendorong partisipasi masyarakat di seluruh daerah. Warga juga turut ambil bagian dalam program ini, supaya mereka juga dapat dukungan dalam hal pendapatan, supaya bisa bertahan, apalagi di tengah pandemi saat ini,” kata Wandik.

Loading...
;

Baca juga: BPJS Wamena sebut penurunan kelas peserta mandiri tidak siginifikan

Direktur Navigasi Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Asri Santosa menjelaskan program padat karya dijalankan dalam peningkatan fasilitas 12 bandara di Papua. “Bukan hanya di Wamena, ada juga di Merauke, Sentani dan lainya. Itu merupakan kegiatan rutin Kementerian Perhubungan, melibatkan maupun memberdayakan masyarakat di sekitar area bandara agar dapat ikut merasa memiliki bandara,” kata Asri.

Kepala UPBU Kelas I Wamena, Faisal Marasabessy mengatakan program padat karya yang dijalankan ini sejak Februari 2020. “Sampai dengan saat ini, anggaran yang sudah kita kucurkan di UPBU Wamena kurang lebih Rp231 juta. [Program padat karya itu] melibatkan masyarakat setempat di sekitaran bandara,” kata Faisal.

Ia menambahkan pihaknya telah sering melibatkan warga sekitar bandara untuk merawat area di sekitar bandara. “Selama ini yang namanya pemeliharaan area bandara seperti jaringan, bangunan dan drainase kami melibatkan masyarakat setempat karena pekerjaannya sederhana tidak membutuhkan teknologi. Artinya, cukup dengan peralatan sehari-hari seperti cekop, pacul bisa kita gunakan untuk mereka dan ini sangat membantu,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top