Konferensi Gereja-Gereja Pasifik dukung keadilan bagi Mā’ohi

Papua-Pasifik-demo
Demonstrasi untuk mendesak meadikan badi Mā’ohi pada akhir pekan lalu. - Asia Pacific Report/ NAT/RNZ

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pape’ete, Jubi – Konferensi Gereja-Gereja Pasifik (PCC) telah mendesak keadilan bagi Mā’ohi (Polinesia Prancis) dan untuk Oscar Temaru, walikota Fa’aa, aktivis, mantan presiden wilayah itu.

Dalam sebuah pesan yang dibacakan selang protes di Pape’ete akhir pekan lalu, Sekretaris Jenderal PCC, Pendeta James Bhagwan, mendesak Prancis untuk tidak mengabaikan dimasukkannya kembali Mā’ohi ke daftar wilayah perwalian atau yang lebih dikenal sebagai daftar dekolonisasi PBB.

“Hari ini, kita menyadari dengan penuh kekhawatiran bahwa Prancis telah menolak untuk mendengarkan desakan masyarakat dan PBB,” kata Pendeta Bhagwan.

“Penolakan ini mengejek prinsip nasional Prancis – Liberté, égalité, fraternité (Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan).”

Ada sekitar 1.000 orang yang ikut menghadiri unjuk rasa untuk melawan ketidakadilan itu.

Menurut RNZ, protes itu diselenggarakan oleh organisasi masyarakat Nunaa a Ti’a, dan dua kelompok terpisah berjalan dari kedua sisi kota Pape’ete ke alun-alun di hadapan Majelis Polinesia Prancis.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kelompok veteran korban uji coba senjata nuklir Prancis, anggota serikat pekerja, serta pendukung walikota Temaru yang bulan ini menuntut Jaksa Penuntut Umum, Herve Leroy, ke pengadilan karena penyitaan tabungan pribadinya.

Loading...
;

Pertemuan itu juga dihadiri oleh pemrotes proyek pembangunan jalan di selatan Tahiti dan orang-orang menyampaikan kekhawatiran mereka tentang teknologi 5G.

Di antara lautan spanduk yang diusung, satu spanduk mengutip kata-kata Presiden Prancis Emmanuel Macron, “kolonisasi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Masih ada sejumlah demonstrasi direncanakan untuk dua minggu ke depan, termasuk untuk memperingati uji coba senjata nuklir pertama Prancis pada tahun 1970.

Dari Suva, PCC yang berbasis di Fiji menyerukan dalam pernyataannya: “Gereja-gereja Pasifik juga mendesak Prancis untuk membiarkan orang-orang Mā’ohi menentukan masa depan politik mereka dengan mengadakan referendum, serupa dengan proses politik di Kanaky (Kaledonia Baru).”

Pendeta Bhagwan juga mengatakan penangkapan ‘pejuang kemerdekaan’ Oscar Temaru baru-baru ini tampaknya terkait dengan perannya dalam membantu memasukkan Mā’ohi kembali ke daftar dekolonisasi PBB. ini terjadi tujuh tahun yang lalu setelah Mā’ohi menerima dukungan internasional kuat yang dibantu oleh PCC. (Asia Pacific Report) 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top