Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Kriminalitas di Mimika dipicu minol

Papua-minol
Ilustrasi, pemusnahan minuman beralkohol di Merauke, Papua – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi – Kepala Kepolisian Resor Mimika, AKBP IGG Era Adhinata, menyebut berbagai kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah itu sebagian besar dipicu konsumsi minuman beralkohol (minol) oleh warga, terutama minuman beralkohol buatan warga yaitu sopi, yang diproduksi di sekitar wilayah Distrik Mimika Timur.

“Dalam satu bulan terakhir ada sekitar 10 kasus kriminalitas di Timika. Ada kasus penikaman mengakibatkan orang meninggal dunia. Ada juga yang tergeletak di pondok, tahu-tahu di sampingnya ada minuman keras lokal. Ada juga yang terluka kena tusukan. Semua itu bermula dari konsumsi minuman keras,” kata dia, di Timika, Minggu (21/6/2020).

Ia menegaskan jajarannya selama ini terus berusaha menggerebek lokasi pembuatan atau produksi minuman lokal jenis sopi yang berada jauh dalam kawasan hutan di wilayah Distrik Mimika Timur dan beberapa lokasi lain di sekitaran Timika.

Kriminalitas di Mimika dipicu minol 1 i Papua

Meski para pelaku sudah berulang-ulang diproses hukum, namun pembuatan minuman memabukkan itu masih saja terjadi dan terus beredar di sekitaran Timika.

“Kami tidak pernah membiarkan. Pelakunya sudah banyak yang masuk penjara. Lokasi pembuatan sopi itu kami bakar, tapi tetap masih ada saja orang yang produksi karena lokasinya jauh di dalam hutan yang sulit dijangkau dengan berjalan kaki. Butuh waktu berjam-jam dengan perahu motor untuk sampai ke lokasi itu,” kata dia.

Polres Mimika berencana berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Timika maupun Pengadilan Negeri Timika guna menyamakan persepsi terkait penegakan hukum terhadap pelaku pembuatan minuman keras setempat jenis sopi.

Pasalnya, selama ini vonis hukuman yang dijatuhkan kepada para pelaku pembuat sopi sangat ringan, berkisar antara dua hingga enam bulan penjara.

Loading...
;

“Kalau hukumannya hanya demikian tentu mereka akan kembali lagi melakukan aktivitas seperti itu, apalagi keuntungan yang mereka peroleh dari jualan sopi itu bisa sampai puluhan juta per bulan. Bayangkan saja satu hari mereka bisa dapat penghasilan sampai Rp2 juta,” ujarnya.

Pemberantasan minuman lokal jenis sopi di Mimika, katanya, membutuhkan dukungan dan peran serta semua pihak terkait, termasuk masyarakat sendiri untuk memberitahukan lokasi produksi sopi di tengah hutan belantara.

Pada Minggu siang, Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, bersama Ardhinata dan jajaran melihat langsung lokasi pembuatan minuman sopi di tengah hutan belantara dekat Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur.

Di lokasi itu, tersangka MW (28) memproduksi atau menyuling sopi. Dalam sehari, MW bisa memproduksi 20 liter sopi dan dijual seharga Rp2 juta.

Kapolda Papua perintahkan berantas minol di Mimika

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, memerintahkan Kepala Polres Mimika, AKBP IGG Era Adhinata, dan jajarannya memberantas tuntas pembuatan dan peredaran minuman beralkohol (minol) buatan masyarakat, di antaranya sopi, di wilayah Distrik Mimika Timur.

Pada sisi lain, dia mengatakan juga banyak kejahatan dan kekacauan di sana terjadi berlatar minum minuman beralkohol. Di sana masih banyak orang yang membuat dan menyuling minuman beralkohol tradisional di lokasi-lokasi yang terpencil di hutan-hutan sehingga menyulitkan polisi memberantas praktik-praktik demikian.

“Kapolres dan jajaran bersama perangkat desa yang ada di sini harus serius menangani pembuatan minuman lokal ini yang memicu banyak terjadi kekacauan di Timika,” kata Waterpauw, di Timika, Minggu (21/6/2020).

Pada Minggu siang, dia bersama Ardhinata bersama jajaran meninjau langsung lokasi pembuatan dan penyulingan minuman lokal jenis sopi di kawasan hutan dekat Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur.

Minuman lokal jenis sopi itu diproduksi seorang warga berinisial MW (28), yang mengaku memproduksi 20 liter sopi sehari dan dijual seharga Rp2 juta.

Di lokasi penyulingan sopi ditemukan alat-alat untuk pembuatan minuman memabukkan itu, di antaranya pipa, delapan drum, sekop, tali tambang, 20 jerigen ukuran lima liter, 10 liter, dan 20 liter.

MW mengatakan meskipun pembuatan sopi membutuhkan waktu dan proses cukup rumit, namun keuntungan yang didapatkan sangat menjanjikan.

“Harga jual satu botol kecil di kampung sekitar Rp50 ribu. Tapi kalau sudah sampai di Timika bisa berkali-kali lipat. Apalagi yang ukuran besar seperti jerigen lima liter keuntungannya bisa sampai 10 kali lipat,” kata Waterpauw.

Ia menyatakan selama ini jajarannya cukup kesulitan memberantas peredaran minuman beralkohol produksi setempat seperti sopi itu lantaran lokasi produksinya jauh di dalam hutan belantara, melewati sungai-sungai lebar dan harus ditempuh dengan perahu motor.

Minuman beralkohol buatan masyarakat itu, katanya, kadar alkohol dan etanolnya rata-rata lebih dari 45 persen dan sudah masuk kategori minuman beralkohol golongan C.

“Selama ini sudah banyak kasus orang minuman sopi bisa sampai buta bahkan ada yang mati karena kadar alkohol dan etanolnya tidak terukur. Karena itu tidak di mana-mana banyak orang mabuk yang selalu membuat keributan dan keresahan. Kasus kecelakaan lalu-lintas di jalan raya juga dipengaruhi oleh minuman beralkohol,” kata Waterpauw.

Ikut bersama rombongan Kapolda Papua meninjau lokasi pembuatan sopi tersebut yaitu Kepala Kampung Hiripau dan Kepala Kampung Kaugapu.

Waterpauw melaporkan temuan itu kepada Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, agar memerintahkan jajarannya hingga tingkat distrik (kecamatan) dan kampung (desa) guna membuat aturan dengan sanksi tegas bagi para pelaku pembuatan sopi. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top