Follow our news chanel

Previous
Next

Papua lebih dulu terapkan PSBB ketimbang daerah lain

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule - Jubi/Roylinus Ratumakin.
Papua lebih dulu terapkan PSBB ketimbang daerah lain 1 i Papua
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule – Jubi/Roylinus Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Beberapa daerah di Indonesia mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (covid-19).

Menurut Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule mengatakan penerapan PSBB sebenarnya sudah diterapkan di Provinsi Papua sejak ditemukannya pasien covid-19 di Kabupaten Merauke.

“Sebenarnya kita sudah menerapkan hal tersebut (PSBB) sejak awal dimana pemerintahan telah menutup akses penerbangan, laut, bahkan lintas batas,” kata Silwanus dalam sesi teleconfrence kepada wartawan, Sabtu (11/4/2020).

Dikatakan, PSBB menurut Peraturan Pemerintah No 21 tahun 2020 adalah membatasi pergerakan masyarakat dari dan keluar satu provinsi, dan meliburkan aktivitas pendidikan hingga angka penyebaran virus pada titik nol.

“Kalau bilang mengarah ke PSBB, kita sudah terapkan, karena proses pendidikan sudan diliburkan. Akses orang masuk juga sudah dihentikan hanya akses barang yang boleh masuk, dan penerapan ini sebelum adanya peraturan (PSBB) tersebut,” ujarnya.

Apalagi, kata Silwanus, Pemprov Papua sudah menaikkan status awal dari Siaga Darurat ke Tanggap Darurat.

Loading...
;

“Artinya, pemerintah sudah melakukan proteksi ketat kepada masyarakat Papua, karena penyebaran kasus ini merata. Kini, sudah 61 orang yang dinyatakan covid-19 akumulatif dan sedang dirawat 45 orang,” katanya.

Selain pasien covid-19, Silwanus mengatakan ada sebanyak 3.143 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 59 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tujuh orang meninggal dan sembilan orang dinyatakan sembuh.

“Kami juga telah memeriksa 314 swab di Labkesda Papua, dari hasil pemeriksaan tersebut, 256 orang dinyatakan negatif sedangkan 61 orang positif. Dari 61 orang positif tersebut, tiga diantaranya adalah petugas kesehatan. 1 dokter, 1 tenaga medis, dan 1 petugas Laboratorium,” ujarnya.

Silwanus merinci, ada penambahan 13 kasus covid-19 baru yaitu satu pasien di Kabupaten Keerom, tiga pasien di Kabupaten Sarmi, 10 pasien di Kabupaten Jayapura, 22 pasien di Kota Jayapura, 19 pasien di Kabupaten Mimika, dan enam pasien di Kabupaten Merauke.

“Dari 61 pasien covid-19 tersebut terdapat saru bayi usia enam bulan. Yang saya mau katakan bahwa virus ini tidak mengenal usia, ras, dan agama. Untuk itu saya minta kepada seluruh warga Papua untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap melakukan aktivitas di dalam rumah. Kalau keluar rumah pun selalu menggunakan masker (kain) dan jaga jarak dengan orang yang kita jumpai di jalan atau di pusat perbelanjaan,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top