Follow our news chanel

Previous
Next

Penanganan limbah medis APD harus hati-hati

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Ketty Kailola - Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pendemi virus korona mengharuskan pengelolaan limbah medis khususnya Alat Pelindung Diri (APD) seperti pakaian hazmat, sarung tangan, dan masker mengharuskan pengelolaanya lebih berhati-hati agar tidak menyebabkan penularan virus.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura-Papua, Ketty Kailola, mengatakan terutama di rumah sakit rujukan penanganan virus korona, rumah yang ada Orang Dalam Pemantauan (OdP) virus korona, dan Hotel Sahid.

“Harus dilakukan identifikasi, pemilahan, dan pengemasan hingga pemusnahannya, dan semua itu harus dilakukan lebih hati-hati,” ujar Kailola di Kantor Wali Kota Jayapura-Papua, Kamis (9/7/2020).

Dikatakan Kailola, pembakaran limbah medis Alat Pelindung Diri, baik yang digunakan tenaga medis maupun pasien virus korona, tidak dilakukan sembarangan sebab asap dari limbah tersebut bisa jadi berpotensi menyebarkan virus melalui udara.

“Pembakaran kami lakukan dengan menggali lubang di Tempat Pembuangan Akhir Kampung Nafri, setelah itu kami tutup saat dibakar sehingga asapnya tidak menyebar kemana-mana. Ini juga sebagai upaya memutus laju penyebaran Covid-19,” ujar Kailola.

Selain itu, kata Kailola, petugas penanganan sampah medis juga dilengkap Alat Pelindung Diri sehingga bekerja dengan nyaman dan aman dari paparan virus korona.

“Sampah medis kami ambil di rumah sakit rujukan Covid-19 dan Hotel Sahid. Petugas ambil sampahnya dua hari sekali. Sekali angkat tidak sampai ton, paling hanya beberapa karung (plastik khusus tempat penyimpanan sampah medis,” ujar Kailola.

Loading...
;

Kepala Puskesmas Hamadi, Apolonia Yantewo, mengatakan penggunaan Alat Pelindung Diri yang dilakukan oleh tim medis di puskesmas yang dipimpinnya harus sesuai prosedur sehingga tidak membahayakan penggunanya.

“Sampah APD sekali pakai kami simpan dalam plastik khusus dan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar. Kalau sepatu boot dan kaca mata kami bersihkan dengan cara direndam dengan cairan disinfektan,” ujar Yantewo.

Yantewo berharap  masyarakat ikut mendukung dalam melawan virus korona, dan mendukung petugas kesehatan dengan cara menjaga kesehatan, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak supaya tidak tertular virus korona. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top