Literasi di pedalaman Papua penting agar tidak makin tertinggal

papua
Kegiatan komunitas Literacy For Everyone (LiFE) bersama komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi di Kampung Ubiyau, Keerom, Papua. -Dok. Pribadi.

Papua No.1 News Portal | JubiJayapura, Jubi – Literasi di daerah pedalaman Papua menjadi penting karena penetrasi globalisasi begitu cepat dan masif. Hal itu mengakibatkan beberapa kelompok orang makin tertinggal.

“Mereka yang berada di daerah pedalaman salah satu korbannya,” kata Kurniawan Patma, penggiat literasi pendalaman dari komunitas Literacy For Everyone, Selasa (17/11/2020).

Kurniawan mengatakan daerah pedalaman adalah wilayah yang secara teknis sulit mendapat sentuhan fasilitas yang saat ini orientasinya mengarah kepada digitalisasi.

“Globalisasi dan digitalisasi memang kondisi yang tak bisa dielakkan, namun kita harus memegang tegas spirit humanisme dengan cara tidak boleh apatis atau membiarkan orang lain tertinggal begitu jauh dalam pendidikan,” kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih, Papua tersebut.

BACA JUGA: Literasi jadi program khusus menuju Kabupaten Jayapura layak anak

Menurut Kurnia, pendidikan berbasis 4.0 yang erat kaitannya dengan teknologi dan media virtual menjadikan pendidikan seakan sebagai barang eksklusif atau barang mewah yang hanya bisa diakses atau dinikmati segelintir orang.

“Literasi di pedalaman adalah kegiatan yang bisa menjadi angin segar bagi mereka yang ada di pedalaman,” ujar pria asal Toraja tersebut.

Loading...
;

Upaya yang bisa dilakukan, kata Kurnia, dengan membangun taman baca mini di  kampung pedalaman yang bisa menjadi sarana stimulan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.

“Contohnya, kami dari komunitas sudah membuat taman bacaan di tiga kampung pedalaman di Keerom, yaitu kampung Sawyatami, Ubiyau, dan Sawanawa,” ujarnya.

Selain itu, bisa juga melakukan literasi baca tulis dan literasi finansial sebagai bentuk edukasi kepada anak-anak di pedalaman, serta menggalang buku dalam pekan donasi buku.

Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan pendidikan di pedalaman melalui pengadaan tenaga pendidikan yang loyal, sarana yang baik, dan komitmen bersama.

Rizal Muzakar dari Komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi mengatakan literasi sangat penting terutama di daerah perkampungan pinggiran kota maupun di kampung pedalaman.

Ia mengatakan komunitas yang dibentuknya bertujuan membantu mengajar dan mengabdi kepada anak-anak di kampung yang belum mendapat akses pendidikan yang layak.Komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi Bersama komunitas lainnya telah melakukan penggalangan donasi buku dan membantu mengajar anak-anak di Buper, Jayapura, Papua.

“Karena Covid-19, beberapa bulan terakhir kami istirahat, tapi kami sudah merencanakan akan memulai mengajar bulan ini sekali dalam seminggu,” kata mahasiswa semester tiga jurusan akuntansi ekstensi di Universitas Cenderawasih tersebut.

Rizal berharap Dinas Pendidikan lebih memperhatikan pendidikan anak-anak di pedalaman karena di masa pandemi mereka kesulitan belajar.

“Mereka semangat belajar dan mempunyai keinginan agar bisa belajar seperti anak-anak di perkotaan, hanya saja mereka jarang diperhatikan,” kata mahasiswa asal Ternate tersebut. (CR-7)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top