Mahasiswa Yalimo minta dua pihak yang berseteru di Pilkada segera akhiri perselisihan

Papua
Aksi Solidaritas mahasiswa Yalimo se Indonesia peduli dinamika politik Pilkada 2020 Kabupaten Yalimo yang diwakili ikatan mahasiswa Yalimo korwil Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No.1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Solidaritas mahasiswa Yalimo se-Indonesia menyatakan sikap, mendesak dua belah pihak yang bertarung dalam Pilkada 2020 kabupaten Yalimo, agar mengakhiri pertentangan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Etanus Yohame, koordinator mahasiswa Yalimo se-Indonesia peduli dinamika politik Pilkada kabupaten Yalimo menyatakan bahwa seluruh mahasiswa Yalimo di 10 korwil dan 2 sub korwil yang tersebar di seluruh kota studi di Indonesia menyatakan sikap netral, tak ingin adanya perpecahan di antara sesama anak negeri Yalimo.

“Kami meminta masing-masing tim pemenang dan simpatisan dari kedua pasangan Calon kepala daerah untuk menjaga kedamaian bersama dan tidak membuat aksi-aksi yang dapat memicu konflik diantara sesama warga masyarakat Yalimo,” kata Etanus dalam konferensi pers, Senin (5/7/2021) di asrama mahasiswa Yalimo Manokwari.

Ia mengatakan bahwa mahasiswa Yalimo bersikap netral [tidak memihak] dan berharap pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Yalimo bisa berjalan dengan aman dan damai.

“Kami harap PSU Pilkada Yalimo berjalan aman dan damai. Masing-masing tim pengusung dan pendukung para calon agar tidak membuat aksi yang meresahkan masyarakat,” ujarnya lagi.

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia, mengajak masyarakat kabupaten Yalimo tetap tenang melaksanakan rutinitas seperti biasa dan tidak terhasut dengan situasi politik di daerah itu.

Mahasiswa juga mendesak Pemerintah pusat bertanggung jawab atas musibah kebakaran fasilitas aset pemerintah Kabupaten Yalimo.

Loading...
;

“Kami tidak ingin orang Yalimo di lima Distrik terpecabelah hanya karena Politik kolonial, apalagi hingga memakan korban jiwa,” ujarnya.

Selanjutnya, mahasiswa Yalimo se Indonesia mempercayakan situasi Kamtibmas di kabupaten Yalimo kepada pihak Polri yang bertugas mengamankan pelaksanaan Pilkada 2020 di wilayah tersebut.

“Kami minta Polri jamin keamanan di kabupaten Yalimo dan ciptakan rasa aman bagi warga sipil di lima Distrik, sehingga tidak ada aksi saling serang antar kelompok warga karena beda pilihan,” katanya.

Sementara, Edison Wandik, senior mahasiswa Yalimo di kota studi Manokwari mengatakan bahwa sikap netral mahasiswa Yalimo ini merupakan bukti kepedulian terhadap dinamika politik Pilkda yang terjadi di daerah asal mereka pascaputusan MK 29 Juni 2021.

“Kami pilih bersolidaritas, karena kami tidak punya kepentingan apapun, tapi kami inginkan masyarakat Yalimo aman, damai dan tentram,” kata Wandik.

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia, juga berharap pihak penyelenggara untuk mengawal proses PSU dengan baik dan netral untuk kepentingan banyak orang.

“Kami minta penyelenggara kawal PSU dengan baik, kami tidak intervensi, tapi kami hanya inginkan masyarakat Yalimo aman dan damai,” kata Wandik. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top