Follow our news chanel

Previous
Next

Mediasi antara warga Sanggeng dan Pertamina gagal

Papua
Sidang mediasi tertutup di Pengadilan Negeri Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Juru bicara Tim Advokat Manokwari Bersatu, Yan Christian Warinussy menyampaikan, mediasi yang berlangsung antara warga Sanggeng dengan Pertamina dan Menteri BUMN sejak tanggal 3 Agustus 2020 hingga siang tadi Jumat, 2 Oktober 2020 dinyatakan gagal.

Warinussy mengatakan, gagalnya mediasi tersebut  akibat beberapa faktor. Pertama, karena tawaran 20 orang Penggugat kepada Pihak Tergugat melalui kuasanya Jaksa Pengacara Negara dari Kejaksaan Tinggi (JPN Kejati) Papua Barat tidak disetujui oleh pihak Tergugat.

“Tergugat I adalah Menteri BUMN RI, Tergugat II adalah Direktur Utama PT.Pertamina di Jakarta, Tergugat III Pertamina Perwakilan Papua-Maluku di Jayapura dan Tergugat IV ialah Pimpinan PT Pertamina Fuel Manokwari,” ujar Warinussy, dalam siaran persnya, Jumat (2/10/2020).

Kedua, lanjut Warinussy, PT Pertamina Fuel Manokwari selaku Tergugat IV cenderung memandang dirinya tidak bersalah atas tercemarnya sumur-sumur milik warga di Kelurahan Sanggeng RW 06, RT 03 tersebut, itulah sebabnya Pihak Pertamina tidak mau memberikan ganti kerugian sesuai tuntutan warga yaitu sejumlah lebih dari Rp26 miliar.

Ketiga, Tergugat I, II, III dan IV sama sekali tidak menghormati hukum Peraturan Mahkamah Agung RI No.1 Tahun 2016 yang mensyaratkan pihak tergugat mesti hadir terlibat dalam setiap tahapan mediasi.

Keempat, Pihak Pertamina memandang bahwa bantuan tendon air dan kiriman air bersih dengan mobil Tanki air dan pemasangan instalasi pipa air sebagai bagian dari ganti rugi kepada warga.

“Inilah yang menyebabkan terjadi deadlock dalam mediasi yang berakhir tadi siang. Selanjutnya kami menunggu laporan hakim mediator Faisal Munawir Kossah, kepada Majelis Hakim Perkara di untuk proses lanjutan perkara ini di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari,” katanya.

Loading...
;

Sementara, Boy Baransano, ketua RT I RW VI kelurahan Sanggeng, menyampaikan, warga pemilik 20 sumur air bersih yang diduga terkena dampak rembesan minyak dari tangki Pertamina, merasa dilecehkan dengan tawaran nilai Rp25 juta per sumur dari total 20 sumur air bersih.

“Rp25 juta yang ditawarkan PT Pertamina tidak bisa diterima oleh warga saya. Jadi mereka akan tetap melakukan pemalangan kantor PT Pertamina Fuel Manokwari hingga ada kejelasan,” katanya.

Sementara, koordinator tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Apris M. Ligua, sebagai perwakilan para tergugat, enggan memberikan keterangan kepada Media.

“Kami di Kejati biasanya satu pintu lewat kepala seksi penerangan hukum (kasi penkum), saya tidak bisa berikan keterangan,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top