Follow our news chanel

Previous
Next

Dosen Universitas Melbourne: Melanjutkan Otsus Papua bukan solusi terbaik

papua-profesor-chaivel
Profesor. Dr. Richard Chauvel saat menyampaikan presentasinya dalam diskusi daring "Otonomi Khusus dan Masa Depan Peace Building di Tanah Papua", Senin (3/8/2020) - Jubi/Arjun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Dosen Universitas Melbourne Australia, Profesor. Dr. Richard Chauvel, menilai melanjutkan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua bukan solusi terbaik.

Pernyataan itu dikatakan Richard dalam diskusi daring “Otonomi Khusus dan Masa Depan Peace Building di Tanah Papua”.

Diskusi yang diselenggarakan Jaringan Damai Papua dan Jubi, dengan moderator Victor Mambor, digelar Senin (3/8/2020).

“Kalau meninjau kembali kebijakan Otsus dilanjutkan, saya pikir [itu] bukan jalan terbaik. Saya pikir hanya dengan dialog, maka membuka jalan keluar bagi Papua dan ini kesempatan Jaringan Damai Papua memainkan perannya,” kata Richard Chauvel.

Menurutnya, munculnya petisi rakyat Papua menolak Otsus jilid dua menandakan adanya penolakan dengan menggerakkan identitas politik Papua berkampanye referendum dan menolak Otsus.

Katanya, sejak kasus Nduga, juga isu rasisme di Malang dan Surabaya pada Agustus tahun lalu, membangkitkan tendensi etnis identitas, juga nasionalisme Papua.

“Dengan isu rasisme dan gerakan PapuaLivesMetter, dimensi etnis lebih tajam. Lebih jelas,” ujarnya.

Loading...
;

Ia juga menilai identitas politik Papua dan Indonesia kurang saling mengisi. Situasi ini menandakan semakin pentingnya Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat bicara bagaimana kelanjutan Otsus digunakan membuka peluang untuk berdialog.

“Berdiskusi lebih luas mengenai status Papua dalam negara Indonesia,” ucapnya.

Baca juga: Relevansi perundingan dalam polemik otsus Papua menurut mekanisme hukum internasional

Dalam diskusi yang sama, satu di antara tokoh perempuan Papua Barat, Frida T Kalasin, mengatakan Otsus diberikan pemerintah pusat sebagai jalan tengah saat rakyat Papua meminta penentuan nasib sendiri.

Selain itu, Otsus juga bertujuan mengurangi kesenjangan antara Provinsi Papua (sebelum ada Provinsi Papua Barat) dengan wilayah lain di Indonesia, meningkatkan taraf hidup orang asli Papua, dan memberi kesempatan (afirmasi) kepada orang asli Papua.

“Otsus lahir karena ada konflik dan sebagai penyelasaian konflik. Akan tapi [Otsus] justru menghadirkan konflik baru di Tanah Papua dan mesti ada formula baru untuk itu,” kata Frida Kalasin. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top