Legislator Intan Jaya: Melianus Nayagau siswa SMPN Sugapa

Papua-evakuasi jenazah Melianus
Evakuasi korban penembakan, Melianus Nayagau, oleh para pemuda di Kampung Baitapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (6/3/2021) - Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Enarotali, Jubi – Anggota DPRD (legislator) Intan Jaya, Oktovianus Wandikbo, mengatakan Melianus Nayagau yang ditembak mati oleh TNI di Kampung Puyagiya, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, Sabtu (6/3/2021) merupakan siswa aktif di SMP Negeri Sugapa.

Infomasi itu diperoleh setelah ia berkoordinasi dengan pihak keluarga pada Sabtu (6/3/2021) malam.

“Anak yang dibunuh TNI itu bukan anggota TPN-PB/OPM, tapi dia masih duduk di bangku kelas II SMP Negeri Sugapa. Saya sudah tanya sama keluarga dari anak itu,” ungkap Oktovianus Wandikbo ketika dikonfirmasi Jubi, Minggu (7/3/2021).

Walaupun demikian, ia mengaku belum menanyakan kepada pihak sekolah. Pasalnya nomor telepon dari Kepala SMP Negeri Sugapa sedang tidak aktif.

Menurut dia, kebiasaan penampilan orang gunung, terutama di Intan Jaya, hampir semua sama sehingga mudah saja dianggap sebagai anggota TPN-PB OPM.

“Anak ini dia anak sekolah. Tapi kami orang gunung itu gaya penampilan semua sama. Ada kalung anggrek di dada, rambut gimbal, jaket besar, pakai sepatu lumpur, bawa noken, ada yang makan pinang. Tapi pihak aparat keamanan yang baru datang harus pelajari kebiasaan warga setempat, jangan anggap warga sipil juga sebagai anggota TPN-PB. Itu salah besar,” ungkapnya tegas.

Atas peristiwa yang mengganaskan ini, Ketua Bapemperda DPRD Intan Jaya ini berseru agar Negera Indonesia harus membuka mata hati mengapa ada korban jiwa dari warga sipil seperti pendeta, pewarta, orang mono, dan anak sekolah.

Loading...
;

“Masyarakat yang tidak tahu apa-apa jadi sasaran korban. Mulai dari pendeta GKII, katalis Katolik, orang gila atau telinga tuli, dan sekarang anak sekolah. TNI datang mau cari TPN-PB OPM atau mau bunuh warga sipil? Ini harus diungkapkan,” katanya.

Ia menegaskan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan militer terlatih dan dilengkapi dengan intelkam, seharusnya tepat sasaran, bukan korbankan warga sipil.

“Ini negara Indonesia melalui TNI dan Polri sudah terlalu lewat batas,” ujarnya.

Baca juga: Legislator Papua sebut kemanusiaan tak lagi berarti di Intan Jaya

Seorang warga Intan Jaya yang tak mau namanya dimediakan mengatakan hingga saat ini negara sengaja memainkan peran untuk memusnahkan masyarkat Intan Jaya demi Blok Wabu sebagai yang rencananya akan dikelola oleh PT Aneka Tambang (Antam).

“Lihat saja, penembakan terhadap anak SMP Negeri 2 Sugapa ini diangkut seperti binatang,” katanya.

Ia mengatakan TNI siap menembak atau ditembak dengan sumpah janji demi pembela negara tapi tanpa telusuri siapa yang harus ditembak langsung melepaskan tembakan pada orang yang tak bersalah.

“Artinya, selama ini TNI dan Polri di Kabupaten Intan Jaya tidak jalankan amanat negara dengan profesionalitas keamanan,” katanya tegas. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top