Follow our news chanel

Previous
Next

Mendambakan kampung madani di permukiman kumuh

papua-kampung-nelayan-hijau
Kampung Nelayan Hijau, Program Bina Lingkungan Kolaborasi BKM Kelurahan Imbi dan CSR Pertamina (Persero) - Jubi/CR-4 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kawasan kumuh di wilayah Kota Jayapura, Provinsi Papua diklaim terus berkurang sejak adanya program Kotaku (Kota tanpa kumuh) yang digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, medio 2015 hingga 2019. Program Kotaku adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia.

Sebuah organisasi bernama Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) menjadi ujung tombak untuk memonitoring sasaran yang masuk dalam kategori kawasan kumuh.

BKM merupakan lembaga pimpinan kolektif organisasi masyarakat warga yang menjadi wadah berkumpulnya individu berjiwa relawan, bijak, transparan, akuntabel, dan amanah dalam mengkoordinir penanganan perkampungan kumuh, serta memiliki empati terhadap warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Misi mereka berkaitan dengan aksi sosial, yang diharapkan kelak memperkuat kemandirian masyarakat untuk menuju tatanan masyarakat madani.

Dari beberapa BKM yang berada di sejumlah kelurahan di Jayapura, BKM Kelurahan Imbi menjadi salah satu yang paling aktif. Pertengahan 2019 lalu, lewat program Kotaku Pemerintah Kota Jayapura, mereka berhasil membangun bank sampah di kawasan Dok VIII Pantai, hasil kolaborasi dengan PT Pertamina (Persero).

Akhir 2019, BKM Kelurahan Imbi kembali mendesain sebuah program swadaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, cerdas, dan mandiri.

Bermodalkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII, mereka mulai merintis kampung nelayan hijau di pesisir pantai Dok VII, RT II RW VIII, sebuah kawasan yang masuk dalam kategori perkampungan kumuh.

Loading...
;

“Kampung hijau ini adalah kolaborasi antara CSR Pertamina dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Imbi. Kami menyambut baik bantuan CSR di bidang lingkungan yang memang salah satu tujuannya untuk mensinkronkan hubungan kerja dengan program Kotaku yang memang melekat dengan kami di BKM, yakni menolkan kekumuhan yang ada di Kelurahan Imbi,” ujar Ketua RW VIII Kelurahan Imbi, yang juga selaku koordinator BKM Kelurahan Imbi, Marthen J Rumbewas, kepada Jubi di Jayapura, Rabu (7/10/20).

Tujuan utama yang disasar dari program kampung nelayan hijau tersebut lebih kepada aspek kesehatan dan kesejahteraan lingkungan, mengingat situasi kini tengah berada masa pandemi Covid-19.

“Beberapa tahun sebelumnya kami sudah melakukan program di situ. Kami menjadikan itu sebagai kampung nelayan hijau karena mereka juga merupakan bagian dari konsumen. Itu berkaitan dengan keprihatinan kami terhadap kesehatan masyarakat. Yang mana, di masa pandemi ini kan kita harus hidup lebih sehat dan bersih. Apa yang kita siapkan itu murni dari permintaan masyarakat. Seperti air bersih dan lainnya. Semua usulan itu murni datang dari mereka,” ujar Edi Mangun selaku Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero).

Sederhana, Tapi Kaya Manfaat

Marthen tak hanya bertanggung jawab sebagai koordinator BKM Kelurahan Imbi dan Ketua RW VIII Kelurahan Imbi. Ia juga diberi kepercayaan sebagai Ketua KNPI Jayapura Utara. Ia bekerja untuk lingkungannya tanpa berharap balas, murni atas dasar ketulusan dalam melayani. Baginya, ide yang keluar dari kepalanya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan adalah sebuah ibadah.

Kampung nelayan hijau di Dok VII Pantai adalah salah satu yang lahir dari buah pikirnya. Berawal dari keprihatinan akan lingkungan setempat, Marthen bergerak atas inisiatif sendiri dengan dukungan masyarakat setempat secara swadaya.

Gayung bersambut, program Kotaku yang menyasar wilayah tersebut sampai di telinga PT Pertamina yang kemudian menyalurkan bantuan CSR untuk ikut berkolaborasi. Sebuah taman yang tadinya hanya dipenuhi semak belukar, disulap menjadi sebuah kawasan hijau yang rindang.

“Dulunya, taman kampung nelayan hijau ini kosong, kumuh, dan amburadul. Ini dibentuk bersumber dari bantuan CSR Pertamina dan sisanya tambahan dari swadaya warga,” terangnya.

Meski terlihat sangat sederhana, kampung nelayan hijau ini perlahan bisa memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Tak hanya dimanfaatkan sebagai tempat berkumpulnya warga, tapi juga menjadi ruang belajar dan bermain bagi anak-anak usia sekolah.

Dampak lainnya, pasokan air dari sumur bor dan pengadaan tandon air dari paket program tersebut mulai dirasakan oleh warga setempat yang semula kesulitan mendapatkan air bersih.

“Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak usia sekolah. Mereka gunakan untuk bermain dan belajar. Apalagi mereka belum bisa masuk sekolah karena pandemi Covid-19. Di sini juga ada sumur bor dan tandon untuk memasok air bersih bagi para warga sekitar,” ujarnya.

Marthen nampaknya masih belum puas. Dia tak hanya ingin lingkungannya sebatas indah dengan tanaman hijau. Masih ada impian besar yang belum tuntas. Ia mendambakan kampung hijau itu menjadi kampung madani dengan mandiri ekonominya, sejahtera, dan melek teknologi.

“Saya berencana membuat semacam kawasan usaha komersial yang dikhususkan untuk warga setempat yang kebetulan profesi mereka kebanyakan nelayan dan penjual ikan. Kita ingin membuat satu program penguatan kapasitas untuk pengelolaan ikan menjadi bahan jadi, seperti ikan kaleng maupun abon. Kalau bisa dengan dibantu CSR Pertamina lagi dan berkolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Tenaga Kerja. Sama pengadaan wifi yang lagi kita usahakan buat membantu anak-anak belajar,” bebernya.

PT Pertamina menyambut baik gagasan itu. Mereka menyatakan tak akan ragu untuk kembali menyalurkan bantuannya lewat program CSR di wilayah tersebut, demi kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

“Ketika semangat ekonomi itu mereka tumbuhkan dan itu pasti positif, kami akan masukkan juga program kita yang lain yang berkaitan dengan program pemberdayaan. Seperti kalau mereka membutuhkan pendampingan, kita akan siapkan pelatihan dan segala macam untuk pengembangan. Kita bisa gandengkan dengan program kemitraan, karena itu program BUMN yang dititipkan kepada kita. Semua itu harus bertahap dan nantinya akan kita evaluasi. Kita akan duduk dan bahas itu selanjutnya,” pungkas Edi Mangun. (CR-4)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top