Follow our news chanel

Mendiang HB Samsi selalu beri latihan khusus bagi pemain Persipura

papua-hb-samsi-carolino-ivakdalam
Mendiang HB Samsi dan Alm Carolino Ivakdalam - Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mantan anak didik pelatih Persipura dan Pusat Pendidikan dan Latihan Papua (PPLP), mendiang HB Samsi, dan juga eks defender Persipura era 1970-an, almarhum Hengky Rumere, yang pertama kali merekrut dan melatih pesepakbola muda Papua dari seluruh Provinsi Irian Jaya, waktu itu.

Hal ini dikatakan mantan kapten Persipura era 1990-an, Ferdinando Fairyo, kepada jubi.co.id di Jayapura, beberapa waktu lalu.

“Latihan khusus itu sangat penting untuk meningkatkan skill individu setiap pemain,” kata Fairyo, rekan seangkatan Christ Leo Yarangga di PPLP Irian Jaya angkatan pertama.

Dia menambahkan Ronny Wabia selalu mendapat arahan untuk berlatih melakukan tendangan geledek jarak jauh. Begitu pula Izaac Fatari selalu berlatih mengandalkan kekuatan heading dari jarak jauh maupun dekat.

Bukan hanya itu saja, seoarng striker harus mampu menggunakan tendangan kaki kiri maupun kaki kanan sama baik dan sangat kuat.

“Tidak boleh mengandalkan hanya kaki kiri saja,“ kata mendiang Hengky Rumere, saat melatih mantan striker Persipura, Christ Leo Yarangga, kepada jubi.co.id kala itu.

Jadi Christ Leo Yarangga sebelumnya mengandalkan kaki kanan ketimbang kaki kirinya. Tetapi atas perintah HB Samsi dan Hengky Rumere, penyerang Persipura era 1990-an itu harus berlatih menendang dengan kaki kiri maupun kaki kanan.

Loading...
;

Striker Persipura era 1970-an, almarhum Timo Kapisa, juga mendapat perintah HB Samsi untuk selalu berlatih menggunakan kaki kiri maupun kaki kanan.

Jadi bagi Yohanes Auri, mantan pelatih Persipura era 1970-an, HB Samsi mesti mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Papua maupun Pemerintah Kota Jayapura karena telah berjasa meletakkan dasar-dasar sepakbola di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura.

Bukan pemain kidal

papua-johanes-auri
Johanes Auri dan pemain SSB Cenderawasih – Jubi/Dok

Yohanes Auri, mantan bek kiri timnas Indonesia dan Persipura, yang merasakan langsung manfaat dari perintah pelatih Persipura, mendiang HB Samsi. Padahal Yohanes Auri sendiri bukan pemain kidal, tetapi seorang pemain sepakbola yang mengandalkan kaki kanan saja.

The Black Silent, julukan Johanes Auri, awalnya bukan bek kiri, tetapi seorang striker dan juga penyerang kanan dalam.

Waktu itu, bek kiri senior Persipura, Jacob Egana, mengalami cedera patah tulang, sehingga terpaksa pelatih HB Samsi memerintahkan Johanes Auri, yang saat itu di posisi striker, mengisi lowongan bek kiri.

Usai menggantikan posisi Jacob Egana di Persipura, sejak itulah posisi Johanes Auri tetap bermain sebagai bek kiri.

Pelatih HB Samsi memerintahkan Johanes Auri harus mulai berlatih memperkuat tendangan kaki kiri. Selama berlatih, Johanes Auri memakai sepatu bola di kaki kiri sementara kaki kanan menggunakan sepatu kets atau sepatu karet biasa.

Kepada topskor.id, pemain kelahiran Manokwari, 30 Oktober 1954 ini, tetap berposisi sebagai bek kiri.

Prestasi pertama Johanes Auri bersama Mutiara Hitam menjadi juara Soeharto Cup 1976. Waktu itu Persipura yang tidak diunggulkan menang dengan skor 4-3 lewat gol Niko Patipeme menit ke-11, Jacobus Mobilala menit ke-27, Pieter Atimuna menit ke-31, dan Timo Kapisa menit ke-67.

Atas prestasi ini, Johanes Auri dan Timo Kapisa dipanggil memperkuat timnas Indonesia dalam pemusatan latihan di Jakarta. Sejak itulah Johanes Auri yang tadinya seorang striker sukses bermain sebagai bek kiri, dan termasuk salah satu pemain pilihan Wiel Coerver dalam timnas Indonesia. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top