Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Mengenal Sliema Wanderers, raksasa Malta yang borong dua mantan pemain Persipura

papua-comvalius
Manajemen Klub Sliema Wanderers saat memperkenalkan Sylvano Comvalius sebagai rekrutan anyar - Jubi/Instagram Sliema Wanderers FC

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Arthur Cunha da Rocha dan Sylvano Comvalius akhirnya resmi bereuni di klub yang sama, Sliema Wanderers FC, di kompetisi sepakbola kasta tertinggi negara Malta. Kedua pemain asing asal Brasil dan Belanda itu baru saja memutuskan hengkang dari Persipura karena tak bisa kembali ke Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Sliema Wanderers memang tengah berbenah untuk memperdalam skuad mereka menjelang bergulirnya kompetisi Liga Primer Malta musim 2020/2021.

Pasca peralihan jabatan presiden klub dari tangan Keith Perry ke Jeffrey Farrugia, Sliema langsung jor-joran belanja pemain baru. Keith Perry yang kini bertugas sebagai chairman atau kepala proyek klub telah mendatangkan tujuh pemain anyar.

Mengenal Sliema Wanderers, raksasa Malta yang borong dua mantan pemain Persipura 1 i Papua

Setelah Comvalius, Arthur menjadi pemain ketujuh yang didatangkan oleh manajemen klub yang berbasis di Kota Sliema, sebuah kawasan modern di negara Malta itu.

Kepindahan Arthur ke Sliema Wanderers sebelumnya sudah diprediksikan oleh asisten manajer Persipura, Arvydas Ridwan Bento Madubun. Pria yang akrab disapa Bento ini mengungkapkan kemungkinan besar bek asal Brasil itu bakal mengikuti jejak Comvalius.

“Dia (Arthur) sudah pamit dengan kita secara baik-baik dan akan melanjutkan kariernya ke Liga Malta. Kemungkinan besar dia akan berlabuh ke klub yang sama dengan Comvalius,” ujar Bento kepada Jubi, belum lama ini.

Arthur dan Comvalius patut berbangga. Kepindahan mereka ke klub Sliema adalah keputusan yang tepat. Selain tak bisa kembali karena proses administrasi yang ribet di Indonesia akibat pandemic Covid-19, klub Malta itu juga menjanjikan untuk bisa mendapatkan prestasi.

Loading...
;

Arthur mengaku bangga bisa bergabung dengan klub sebesar Sliema Wanderers FC. Rasa bangganya itu ia ungkapkan sesaat setelah menandatangani kontrak kerja dengan manajemen klub.

“Negara baru, tantangan baru. Saya senang bergabung dengan Sliema Wanderers FC selama dua musim ke depan. Saya berharap dapat membuat perbedaan dan membantu tim untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Arthur di akun instagramnya.

Sliema Wanderers yang bukan klub sembarangan di Liga Malta itu juga tak meragukan kualitas yang dimiliki oleh eks dua penggawa asing Persipura. Diam-diam, manajemen Sliema sejak lama telah memantau perkembangan dua pemain tersebut.

“Sylvano bukan orang baru di Liga Malta. Dia pernah bermain di sini. Dia juga memegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Indonesia dengan 37 gol. Dengan senang hati kita juga memperkenalkan Arthur Cunha, pemain berusia 30 tahun ini juga sudah malang melintang di sejumlah klub dari negara asalnya Brasil, Portugal, Inggris, hingga Indonesia,” ujar manajemen Sliema dalam pernyataan resmi klub.

Klub tersukses di Malta

Nama Sliema Wanderers memang tak sefamiliar klub-klub besar di daratan Eropa lainnya. Maklum, Malta adalah salah satu negara kecil di dunia yang penduduknya hanya sekitar 443.000 jiwa. Bahkan, sepakbola di negara yang terletak di laut Mediterania ini bukan yang paling populer di kalangan masyarakatnya. Bocci, olahraga tradisional asal Italia, justru yang paling digemari di negara yang luas wilayahnya hanya 316 kilometer persegi.

Tak hanya itu, peringkat tim nasional sepakbola Malta berdasarkan penilaian FIFA juga berada 10 peringkat di bawah tim nasional Indonesia, atau di ranking 184 dari 210 anggota FIFA, per Juli 2020.

Tapi, membandingkan kompetisi sepakbola Malta dengan Liga 1-nya Indonesia rasanya tak fair. Karena bagaimanapun juga kompetisi sepakbola yang berbasis di daratan Eropa lebih berkualitas, dan pastinya, lebih profesional.

Berbicara tentang klub Sliema Wanderers, mereka bukan klub biasa-biasa saja. Klub yang dibentuk sejak 1909 ini sudah berada di kompetisi kasta tertinggi, Liga Primer Malta sejak pertama kali berdiri.

Sepuluh tahun menapaki Liga Primer Malta, Sliema Wanderers mulai menancapkan kejayaan mereka setelah berhasil menjadi juara untuk pertama kalinya di musim 1919/1920, lalu berlanjut merengkuh trofi juara musim 1923 hingga 2005.

Klub berjulukan The Blues ini kini menahbiskan diri sebagai raksasa Malta dengan mencatatkan rekor peraih gelar juara Liga Primer Malta terbanyak dengan mengoleksi 26 trofi.

Bukan hanya itu, klub yang bermarkas di Tigne Sport Complex Sliema ini juga memegang rekor peraih juara Piala FA Malta terbanyak dengan 21 trofi. Mereka juga telah memenangkan 3 trofi juara Piala Super Malta.

Sliema Wanderers saat ini menjadi tim tersukses dalam sejarah sepakbola Malta dengan mengoleksi kurang lebih 113 penghargaan. Selain di lapangan hijau, klub Sliema Wanderers juga memiliki klub Futsal yang merupakan kontestan di Liga Futsal Malta. (CR-4)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top