Follow our news chanel

Previous
Next

Meski harga turun, komoditas ini tetap sepi pembeli

papua-pedagang-ayam-potong
Kamal saat menjaga jualannya di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua - Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Selama pandemi Covid-19, harga ayam potong di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua mengalami kenaikan cukup tajam. Ayam ukuran besar yang sebelumnya Rp60-65 ribu, naik menjadi Rp80-85 ribu per ekor. Sementara harga ayam ukuran sedang naik Rp5 ribu, dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu.

“Sejak ada pembatasan waktu beraktivitas hanya sampai jam 2 siang, pembeli ramai sekali. Tapi setelah ada perperpanjang (waktu beraktivitas) sampai jam 5 sore, justru pembeli turun drastis,” kata penjual ayam potong di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura-Papua, Kamal, kepada Jubi di Sentani, Selasa (1/9/2020).

Sebelum pandemi Covid-19, dalam sehari Kamal bisa menjual ayam sekitar 100-150 ekor ayam.

“Sekarang ini ambil paling banyak 35 ekor. Jadi sudah tidak normal ini turun sangat drastis, yang penting kami bisa jualan untuk makan dan kebutuhan lain saja di rumah. Selain itu juga modal sedikit-sedikit tetap ada,” jelasnya.

Sejak dua bulan terakhir, kata Kamal, harga ayam potong cenderung turun namun tidak banyak.

“Kemarin itu harganya masih Rp75-80 ribu untuk ayam ukuran besar. Kalau yang kecil itu Rp50ribu. Cuma pembeli juga sepi,” ucap pria asal Bugis ini.

Baca juga: Selama pandemi Covid-19, omzet penjualan di pasar tradisional turun hingga 80 persen

Loading...
;

Beberapa waktu lalu, pedagang ayam potong di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pernah melakukan demo karena pembeli sepi karena harga ayam potong mahal.

“Kami lakukan demo dan laporkan kondisi pasar yang sepi. Harga ayam sudah mahal terus pembelian sepi. Kami mau dapat berapa? Ambil sedikit juga tetap ada sisa Dengan kondisi seperti ini pendapatan kami tidak menentu,” kata Kamal.

Naomi Kogoya, pengunjung di los ayam potong di Pasar Pharaa Sentani, mengatakan ingin belanja banyak namun dalam kondisi seperti sekarang ini tidak bisa.

“Bawa uang Rp100 atau Rp150 ribu, itu mau dapat berapa paling cuma satu atau dua ekor ayam. Baru kalau orang di rumah banyak, baru ambil sedikit tidak mungkin kan,” katanya.

Naomi terpaksa mengurangi frekuensi belanja ayam potong karena faktor harga yang relatif mahal.

“Paling beli ikan lele atau ikan yang mama-mama bawa dari danau itu saja. Saya beli ayam kalau bosan makan ikan,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top